Mengubah Limbah Siput Bernilai Ekonomi Tinggi Ala SMA Negeri 3 Toboali

banner 468x60

Penulis: Tri Prasetio, S.Pd.

BANGKA SELATAN – Siput merupakan binatang melata yang memiliki cangkang yang unik. Untuk sebagian orang yang gemar mengonsumsi siput, pasti tidak asing dengan limbah yang dihasilkan dari siput tersebut. Limbah tersebut berupa cangkang yang keras dan tidak dapat dikonsumsi. Untuk sebagian orang, cangkang tersebut tidak lebih dari limbah biasa. Untuk sebagian lagi, limbah tersebut jadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi.

Sudah banyak pengrajin yang memanfaatkan limbah cangkang ini menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi. Namun persoalannya, tidak banyak yang dapat memaksimalkan nilai tersebut menjadi tinggi. Dari persoalan tersebut, SMAN 3 Toboali mengkreasikan cangkang siput menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu output dari SMAN 3 Toboali ini adalah mengubah cangkang menjadi bunga berbentuk kuncup nan cantik.

Melalui arahan kepala sekolah Elya Rosda, S.T. Siswa diberi softskill untuk dapat mengolah limbang cangkang siput tersebut.

“Saya meyakini bahwa apabila siswa betul-betul diarahkan untuk membuat sesuatu yang memiliki nilai, pasti mereka akan dengan sepenuh hati mengerjakannya.” Lebih lanjut beliau menjelaskan “ini merupakan salah satu grand design pembelajaran di SMAN 3 Toboali tentang peka sosial dan lingkungan. Dibuktikan dengan memanfaatkan limbah menjadi berkah.” Tutupnya.

Tidak main-main, karya dari SMAN 3 Toboali ini sudah dipesan oleh beberapa pejabat pemerintahan Bangka Selatan. Salah satunya adalah ketua TP PKK Bangka Selatan Hj. Elizia Riza Herdavid, S.E. yang sekaligus istri dari bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid ,S.T, M.Tr.IP. Beliau memesan secara khusus untuk hiasan di rumah dinas penyambutan tamu-tamu pemerintahan.

Selain itu, karya dari SMAN 3 Toboali ini sudah diikutkan dalam event-event yang diadakan oleh pemerintah provinsi Bangka Belitung. Event tersebut salah satunya adalah Gebyar SMA yang diadakan pada 8-11 maret 2022 di LPMP Bangka Belitung. Dalam event tersebut, limbah cangkang siput ini berhasil menyita perhatian pengunjung dan tidak sedikit yang meminangnya. Salah satu pembeli limbah siput tersebut adalah yessi selaku masyarakat lokal.

“Saya sangat terkesan ketika pertama kali melihat karya seni yang luar biasa ini. Menurut saya, inilah yang perlu dikembangkan ke siswa-siswi” Yessi. Lebih lenjut “pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomi tinggi ini perlu dikembamgkan dan diberikan ruang khusus untuk melatih masyarakat dalam pemanfaatan limbah yang serupa” tutupnya.

Selain memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan cangkang siput ini sebagai permulaan bangkitnya industri kreatif di SMAN 3 Toboali. Biasanya limbah yang hanya dibuang ini tidak memiliki nilai sama sekali. Siswa SMAN 3 Toboali mampu mengolah dan menjual dengan harga Rp. 10.000,- per 1 cangkang siput. Nilai tersebut tergolong tinggi, karena apabila kita melihat harga dari bunga mawar 1 tangkai berkisar Rp. 5.000,-

banner 300x250
banner 300×250