TOBOALI, BERITA BANGKA – Kabupaten Bangka Selatan kembali menunjukkan potensi wisata alamnya yang luar biasa. Terletak hanya 10 kilometer dari pusat kota Toboali, terdapat sebuah destinasi pesisir yang masih “perawan” bernama Tanjung Pau.
Berlokasi di Dusun Buraq, Desa Bukit Terap, tempat ini menawarkan perpaduan eksotis antara hutan bakau yang rimbun, bebatuan yang tertata alami, hingga titik pemancingan yang menjadi primadona bagi warga lokal.
Semangat Swadaya Pokdarwis Tanjung Pau
Keindahan Tanjung Pau bukanlah hasil proyek besar pemerintah, melainkan buah kerja keras Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Pau. Terbentuk sejak 2019, kelompok yang beranggotakan 30 orang ini membangun destinasi tersebut dengan inisiatif mandiri dan semangat gotong royong.
Ketua Pokdarwis Tanjung Pau, Murizal, mengungkapkan bahwa motivasi utama mereka adalah menjaga kelestarian lingkungan. Bahkan, mereka secara tegas menolak tawaran pengusaha tambak yang ingin membeli lahan di kawasan tersebut.
“Sejak 2019 kita merintis tempat ini. Sebagai warga lokal, kami merasa wajib menjaga lingkungan yang masih asri ini. Pernah beberapa kali pengusaha tambak ingin membeli lahan di sini, namun kami tolak,” tegas Murizal kepada Berita Bangka, Minggu (26/9).
Potensi Alam Menjanjikan
Tanjung Pau membentang di atas puluhan hektar kawasan Hutan Lindung. Para pengunjung akan disambut dengan:
* Hutan Bakau yang Asri: Tumbuh liar namun tertata di sepanjang pantai, memberikan suasana sejuk dan alami.
* Spot Memancing & Terumbu Karang: Kekayaan bawah lautnya masih terjaga, menjadikannya lokasi favorit bagi para pemancing.
* Formasi Bebatuan Unik: Menambah estetika bagi mereka yang gemar berswafoto dengan latar alam autentik.
Tantangan Fasilitas dan Aksesibilitas
Meski memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan di Bangka Selatan, Tanjung Pau masih menghadapi kendala klasik: Infrastruktur. Saat ini, akses jalan menuju lokasi masih kurang memadai dan fasilitas penunjang bagi wisatawan terbilang minim.
Murizal mengakui bahwa pengelolaan tempat ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Pihaknya pun telah berupaya menjemput bola dengan mengajukan proposal bantuan, namun hingga kini belum membuahkan hasil yang konkret.
“Kami sudah pernah mengajukan proposal kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Selatan hingga ke tingkat Gubernur, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Kini, Pokdarwis Tanjung Pau sangat berharap adanya dukungan dari pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta, untuk melestarikan dan mengembangkan pesisir pantai tersebut. Keterbukaan program kerja dan sinergi antara pihak desa, Karang Taruna, dan pemerintah kabupaten sangat dinantikan demi kemajuan wisata lokal.
Bagi Anda yang ingin merasakan ketenangan alam yang murni sambil menikmati semilir angin pantai Bangka, Tanjung Pau di Dusun Buraq adalah tempat yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda selanjutnya. (*)








