Pasca-Insiden Oven Pengering Ompreng Meleduk, SPPG Dapur Angsana Toboali Lakukan Evaluasi Total

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0;
banner 468x60

TOBOALI, BERITABANGKA.COM – Manajemen Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Dapur Angsana, Toboali, bergerak taktis menangani insiden teknis ledakan oven yang terjadi baru-baru ini.

Pihak pengelola memastikan bahwa situasi telah terkendali sepenuhnya dan bertanggung jawab pada pemulihan dampak bagi warga sekitar.

Kepala SPPG Dapur Angsana, Julistine, memberikan klarifikasi mendalam mengenai penyebab peristiwa tersebut. Menurutnya, berdasarkan investigasi internal, insiden dipicu oleh faktor kelalaian manusia pekerja (human error).

“Kejadian ini disebabkan oleh selang oven yang terlepas, karena senggolan secara tidak sengaja saat operasional berlangsung. Kami memastikan bahwa ini murni kendala teknis di lapangan dan bukan disebabkan oleh kondisi alat yang rusak,” ujar Julistin.

Standar Operasional (SOP) Tetap diberlakukan

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menanggapi kekhawatiran publik mengenai kelaikan peralatan, Kepala Koordinator Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangka Selatan, Ade Setiawan, menegaskan bahwa seluruh sarana prasarana di Dapur Angsana selalu dipantau ketat.

“Sebelum insiden terjadi, seluruh peralatan masak, termasuk oven tersebut, dalam kondisi sangat layak operasi dan sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku,” tegas Ade.

Ia menambahkan bahwa pengecekan berkala adalah prosedur wajib guna memastikan pelayanan gizi bagi masyarakat tidak terhambat oleh kendala teknis.

Tanggung Jawab Penuh Keselamatan

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dampak kerusakan material dilaporkan terjadi pada dinding area dapur dan satu rumah warga yang berdekatan dengan lokasi. Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen menunjukkan itikad baik dan profesional mereka.

Beberapa poin langkah bertanggung jawab yang diambil manajemen berikut

Ganti Rugi Material Pihak mitra bertanggung jawab penuh atas seluruh kerugian yang dialami warga terdampak.

Evaluasi Operasional Melakukan audit menyeluruh terhadap alur kerja di dapur guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Peningkatan Safety Memperketat pengawasan pada setiap titik teknis operasional.

“Tetap jadi Prioritas kami dalam keselamatan dan pelayanan terbaik. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, dan kami berjanji akan terus meningkatkan aspek safety di setiap lini operasional SPPG,” pungkas Ade Setiawan.

Dengan penanganan yang terbuka dan cepat, diharapkan program MBG di Bangka Selatan tetap berjalan kondusif demi memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dengan standar keamanan yang lebih baik kedepan. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250