BERITABANGKA.COM – Semangat mengenal sejarah lokal tumbuh subur di kalangan pelajar. Hal ini terlihat dari antusiasme 50 siswa SD Negeri 4 Mentok, Kabupaten Bangka Barat, saat mengunjungi Museum Timah Indonesia (MTI) Mentok, Selasa (27/5/2025).
Museum yang terletak di kawasan cagar budaya ini menjadi destinasi edukasi yang membuka cakrawala baru bagi para siswa tentang pentingnya sejarah pertimahan dan peran kota Mentok dalam sejarah lokal Pulau Bangka.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program sekolah dalam mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya pada tema kearifan lokal.
Para siswa tampak serius menyimak penjelasan dari petugas museum, sambil melihat langsung koleksi peninggalan sejarah pertimahan yang tersimpan rapi di gedung bergaya kolonial tersebut.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran P5. Kami ingin menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah kepada siswa. Di sekolah belum ada pembelajaran khusus mengenai sejarah timah dan kota Mentok, sehingga museum ini menjadi sarana belajar yang sangat bermanfaat,” ujar Marlena, guru pendamping dari SDN 4 Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman belajar langsung di luar kelas, tetapi juga melengkapi rangkaian pembelajaran yang sebelumnya telah dilakukan di beberapa situs bersejarah seperti Klenteng dan Masjid Jami Mentok. Para siswa diajak memahami bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan identitas yang perlu dilestarikan.
Antusiasme juga datang dari orang tua murid yang turut hadir dalam kegiatan ini. Septiriani, salah satu orang tua siswa, menyambut positif kunjungan edukatif ini.
“Sebagai orang tua, saya sangat senang anak kami bisa berkunjung ke Museum Timah. Mereka jadi lebih memahami sejarah kota Mentok dan pentingnya timah. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk menambah wawasan anak-anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Genita, salah satu siswi yang mengikuti kunjungan ini, mengaku gembira bisa belajar langsung di luar kelas.
“Belajar di luar sekolah itu asyik dan menyenangkan. Kita bisa dapat ilmu baru yang tidak kita pelajari di kelas,” katanya.
Hal serupa disampaikan Rafi’i, siswa lainnya, yang berharap pengalaman serupa bisa terulang di masa depan.
“Senang bisa belajar sambil bermain bersama teman-teman. Semoga kami bisa datang ke sini lagi,” harapnya.
Museum Timah Indonesia Mentok terus menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan edukatif bagi generasi muda. Melalui kunjungan seperti ini, diharapkan semangat mencintai sejarah lokal semakin tumbuh dan mengakar dalam diri para pelajar sebagai pewaris budaya dan identitas daerah.









