LEPAR PONGOK – Polsek Kepulauan Lepar Pongok, Bangka Selatan bersama anggota Subdit III Tipikor Polda Babel hari Selasa tanggal 22 November 2022 kemarin, pukul 09.00 WIB lakukan pendampingan kepada tim Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.
Pendampingan dilakukan kepada Tim BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) dalam memantau dan mengevaluasi penanaman mangrove yang di lakukan di beberapa titik wilayah Pantai Desa Penutuk dan Desa Tanjung Labu.
Kapolsek Lepar Pongok, Ipda Ali Akbar mengatakan, keseluruhan lahan yang akan dilakukan penanaman seluas 60 Ha, yang dibagi 12 Ha untuk 1 Kelompok. Adapun pengerjaannya yang sedang berjalan yaitu pemancangan pelindung mangrove yang terdiri dari 50 kotak untuk 1 Ha dan penanaman 100 bibit mangrove untuk 1 kotak.
“Peran serta Kepolisian Sektor Lepar Pongok dalam menjaga dan mengawasi dilapangan dilakukan dengan penyuluhan kepada masyarakat melalui Bhabin kamtibmas dan pemasangan spanduk tentang kelestarian perlindungan kawasan mangrove sesuai undang undang no 27 tahun 2007 pasal 73 (1) huruf b tentang pengelolaan pulau pulau kecil dan wilayah pesisir,” ujarnya kepada Berita Bangka.com, (23/11).
Ia berharap masyarakat dapat sadar menjaga agar lingkungan yang sudah dilakukan restorasi dapat bermanfaat sebagai mana mestinya.
“Dengan pengawasan diberikannya pemahaman hukum, diharapkan masyarakat mengerti, memahami dengan kesadaran untuk turut berperan melestarikan dan merawat mangrove yang telah diupayakan dengan cara restorasi. Seperti yang sudah dilakukan pemasangan dibeberapa titik dipulau ini,” tuturnya.
Sementara itu, ia menyebutkan berdasarkan pantauan Tim BRGM dilapangan terdapat beberapa kelompok belum memaksimalkan capaian dikarenakan beberapa kendala.
“Kendala diantaranya cuaca atau keadaan pasang surut air laut saat ini mengharuskan pengerjaan malam hari,” ungkapnya.
Diketahui kondisi gelombang laut yang tinggi di bulan Oktober sampai dengan bulan November menyebabkan sebagian kotak pelindung mangrove yang sudah dipancang menjadi rusak.
“Medan tempuh ke lokasi tanam yang sulit dan kendala lainnya,” tambahnya.
“Berdasarkan hasil pantauan dan evaluasi Tim BRGM saat ini, kegiatan berjalan normal dan kendala-kendala yang ada akan segera dicarikan solusi dan segara diatasi,” pungkasnya.
Senada, Bhabin kamtibmas Desa Penutuk Bripka Alsinai menjelaskan, dua desa membagi kelompok kelompok untuk menanami mangrove diwilayah masing masing.
“Adapun kegiatan penanaman mangrove tersebut dilaksanakan oleh 5 kelompok dari 2 Desa yaitu, Desa Penutuk 3 kelompok, Desa Tanjung Labu 2 kelompok. Realisasi pelaksanaan dari masing-masing kelompok hingga saat ini mencapai 1 Ha hingga 6 Ha,” katanya.









