Raup Triliunan Rupiah Pertahun, Mafia Tambang & Perusak Hutan Paling Tajir

banner 468x60

BERITA BANGKA.COM–

Hasil kajian Financial Action Task Force (FATF) menyebutkan bahwa kejahatan lingkungan adalah kejahatan yang paling menguntungkan di dunia.

Dalam kajian yang berjudul “Money Laundering From Enviromental Crime”, lembaga anti pencucian uang global itu menyebut kejahatan sektor lingkungan telah menghasilkan pendapatan sebanyak US$110 sampai dengan US$281 miliar, lebih dari Rp4.000 triliun kurs Rp14.271,9 per dolar Amerika Serikat, setiap tahunnya.

“Kejahatan kehutanan, penambangan liar, dan perdagangan limbah mencapai 66 persen, atau dua pertiga dari angka ini,” demikian kajian yang dikutip Berita Bangka, Minggu (3/10/2021).

Massifnya praktik bisnis ilegal tersebut, terjadi karena tindakan pemerintah untuk mendeteksi dan mencegah aliran keuangan tak sebanding dengan skala kasus yang terjadi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Study ini juga menunjukkan penjahat sering mengandalkan sektor padat uang (sering dikaitkan dengan sektor ekspor) dan penipuan berbasis perdagangan untuk mencuci hasil dari kejahatan lingkungan.

Dalam kasus pembalakan liar dan penambangan liar misalnya negara telah mengindentifikasi ketergantungan para penjahat dengan perusahaan disuaka pajak. Modus transaksinya biasanya melibatkan pihak ketiga dan perantara (pengacara) untuk menyembunyikan pembayaran dan pencucian keuntungan.

FATF juga mengendus adanya peran pusat keuangan regional yang terletak diaeluruh wilayah dunia, mereka memainkan peran penting dalam menyediakan dana dan mencuci uang dari hasil kejahatan tersebut.

“Mereka juga dapat bertindak sebagai perantara perdagangan untuk memfasilitasi kedatangan, terutama untuk barang tambang,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250