Tim Angla Amankan 12 Penumpang Bawa Suket Rapid Antigen Palsu

banner 468x60

“Saya dari mobilnya dan semuanya bayar Rp550.000, surat antigennya diserahkan tadi pagi di kapal, hidung nggak dicolok dan tidak diambil darah,” jawab dia saat ditanya Koordinator Tim Angla Tanjung Kalian sekaligus Danposal Muntok, Kapten Laut Yuli Prabowo.

“Mereka rapid antigen tapi tidak diambil sampel. Itu masalahnya, tidak dicolok, jadi ditanya gimana cara ngambilnya, dijawab pakai jari, ada yang jari tengah, jari manis. Kalau pakai jari kan rapid antibodi,” jelas Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, Sidarta Gautama.

Menurut Sidarta, dokumen yang dibawa para penumpang terlihat asli, dan secara administrasi mereka tidak salah. Namun prosedur pemeriksaan rapid antigennya salah, sehingga pihaknya mencurigai ada praktik percaloan dalam kasus ini.

“Kalau dokumen asli, itu bisa aja kalau ada orang dalam, kalau sudah cap tanda tangan tinggal ngisi biodata. Kalau secara administrasi mereka nggak salah, cuma di praktek ngambil sampelnya yang salah,” cetus dia.

Untuk mendalami apakah benar dokumen rapid antigen dikeluarkan Klinik Abdi Waluyo, Sidarta mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Provinsi Babel untuk menkonfirmasi ke pihak klinik Abdi Waluyo.

“Benar atau tidaknya sedang kita konfirmasi melalui KKP Provinsi. Kalau kita berpikir positif aja, rumah sakit kan nggak mungkin karena mereka kan punya kode etik, mengeluarkan itu kan tanda tangan dokter,” kata Sidarta

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250