Wabup Debby Pimpin Apel Siaga Karhutla, 91 Kasus Kebakaran Tercatat di Bangka Selatan

banner 468x60

BANGKA SELATAN, BERITABANGKA.COM – Wakil Bupati Bangka Selatan Hj. Debby Vita Dewi memimpin Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Bangka Selatan, Senin (24/8/2026) pagi.

Apel tersebut digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Dalam sambutannya, Debby menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memastikan seluruh unsur terkait siap menghadapi ancaman Karhutla.

“Apel yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah wujud nyata dari komitmen bersama, kesiapsiagaan, sekaligus pengecekan terakhir terhadap personel, sarana prasarana, prosedur dan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino pada 2026 berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya tidak hanya berupa kerusakan ekosistem dan kerugian ekonomi, tetapi juga kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas transportasi.

“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa dampak Karhutla sangat merugikan, mulai dari kerusakan ekosistem, kerugian ekonomi, hingga ancaman kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas transportasi,” ungkapnya.

Debby mengungkapkan, berdasarkan laporan periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat 91 kasus kebakaran di Kabupaten Bangka Selatan. Rinciannya meliputi 14 kasus kebakaran hutan, 56 kebakaran lahan, 13 kebakaran rumah dan bangunan, enam kasus tabung gas bocor, serta dua kebakaran kapal.

Agustus menjadi periode dengan jumlah kasus tertinggi, yakni sekitar 37 kejadian. Jumlah tersebut terdiri dari tiga kebakaran hutan, 33 kebakaran lahan, dan satu kebakaran kapal.

“Karena itu, apel kesiapsiagaan hari ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran secara terpadu,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Debby menekankan lima hal yang perlu menjadi perhatian seluruh instansi terkait dan masyarakat.

Pertama, mengutamakan pencegahan dan deteksi dini melalui pemantauan titik panas (hotspot), patroli berkala di wilayah rawan, serta penanganan segera terhadap titik api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Kedua, memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor. Penanganan Karhutla, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab Satpol PP dan pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan keterlibatan TNI, Polri, perangkat daerah, pihak swasta, dan relawan.

Ketiga, meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sosialisasi mengenai konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran lahan juga perlu terus dilakukan.

Keempat, memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap digunakan, termasuk peralatan pemadam, kendaraan operasional, serta ketersediaan pasokan air di lapangan.

Kelima, mengutamakan keselamatan personel dan relawan dalam setiap proses penanganan maupun pemadaman kebakaran.

“Di atas segala upaya pemadaman, keselamatan jiwa para petugas dan relawan di lapangan harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Debby juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk melindungi lingkungan serta masyarakat Bangka Selatan.

Ia optimistis, melalui semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh pihak, potensi bencana asap akibat Karhutla selama musim kemarau dapat diminimalkan.

“Melalui semangat gotong royong, saya optimis kita mampu melewati musim kemarau ini dengan meminimalkan potensi bencana asap akibat Karhutla,” ungkapnya.

Apel kesiapsiagaan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Basarnas, BPBD, Dinas Kehutanan, hingga PT PLN (Persero).

Sejumlah instansi menyiagakan personel, kendaraan operasional, dan alat pelindung diri (APD). Kodim 0432/Bangka Selatan dan Satpol PP masing-masing mengerahkan satu peleton atau 30 personel beserta kendaraan dinas roda empat.

Sementara itu, Damkar mengerahkan 10 personel dengan kendaraan roda empat dan APD lengkap. Basarnas juga menyiagakan 10 personel dengan kendaraan operasional serta APD lengkap, sedangkan BPBD mengerahkan lima personel dengan fasilitas serupa.

Dinas Kehutanan turut mengikutsertakan empat personel, sementara PT PLN (Persero) Rayon Toboali menyiagakan lima personel, kendaraan roda empat, dan APD lengkap.

Melalui apel ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat pencegahan, deteksi dini, serta penanganan Karhutla secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.

Kesiapan personel dan peralatan serta kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sehingga dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas pembangunan dapat diminimalkan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250