Wacana Tambang Perairan Merbau Sekitarnya, Menuai Kontra Kelompok Nelayan Dan Kelompok Tani

banner 468x60
“Silahkan saja kalau memang mereka (penambang, red) tetap dengan niat mereka untuk menambang disini, namun jangan salahkan kami”

BANGKA SELATAN – Masyarakat yang tergabung dalam kelompok nelayan Batu Perahu dan kelompok tani Desa Rias menolak keras adanya wacana tambang yang akan beroperasi di sepanjang pantai Merbau hingga perairan Pulau Besar, Jumat (11/2/2022) sore.

Perwakilan masyarakat Batu Perahu, Joni Zuhri mengatakan, mereka tidak akan tinggal diam apabila memang wacana menambang dijalankan tanpa mengindahkan peringatan mereka.

“Sejauh ini kalau memang mereka ngotot jalankan aktifitas menambang, jangan salahkan masyarakat apabila ada perlakuan yang tidak mengenakkan terjadi kepada mereka,” tukas Joni kepada wartawan selepas audiensi dengan Perwakilan Pemerintah Daerah Basel dan Perwakilan Kepolisian Basel, dihalaman aula pantai Kelisut (11/2).

Selanjutnya Joni menyebutkan, segala macam bentuk penolakan tambang sudah disampaikan kepada pemangku kepentingan yang ada di Bangka Selatan, apabila pemangku kepentingan dan penegak hukum di Bangka Selatan tidak mampu menangani persoalan yang semakin hari semakin panas, kelompok nelayan dan kelompok tani akan menyurati penolakan terhadap tambang hingga ke pusat.

” Kita (kelompok masyarakat, red) sudah berulang kali jangan lagilah mengutus orang-orang untuk membujuk saya, agar aktifitas menambang dijalankan, saya pribadi tidak akan tergiur dan nanti lihatlah omongan saya ini benar atau tidaknya, kalau memang pemangku kebijakan negeri ini tidak bisa mengatasi, kita akan menyurati hingga ke presiden,” tegas Joni.

Senada, ketua Pokdarwis Pantai Kelisut, Aidil mengatakan, dengan adanya wacana menambang diperairan Merbau dan sekitarnya. Dirinya sangat tidak menerima itikad licik dari penambang dalam bentuk apapun.

“Jujur saya sangat tidak setuju namun hanya saya yang tergabung di Pokdarwis kelisut yang tidak setuju, Pokdarwis lainnya menyetujui kegiatan menambang, dan hal itu saya ketahui, malah ada yang merayu saya agar menyetujui kegiatan (menambang, red) tersebut, alangkah mirisnya negeri ini diisi oleh orang-orang penghancur lingkungan,” kata Aidil.

Sementara itu, Lurah Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Fandi mengatakan, hasil dari audiensi masyarakatnya akan di sampaikan kepada Pimpinan Daerah dan akan meramu ulang permintaan dari kelompok tani dan kelompok nelayan seperti apa baiknya.

” Hasil audiensi hari ini akan kita Ramu ulang, mengingat permintaan dari kelompok tani dan kelompok nelayan menolak keras pertambangan, dan keberadaan tambak udang yang ada di pesisir pantai ini agar ditata ulang lagi seperti apa regulasi yang baik kedepannya, agar tidak ada konflik berkepanjangan antar warga,” jelas Fandi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250