Kendati harus hidup bergerilya, Dakim bersama dengan saudara Depati Amir lainnya Ipah dan Sena, serta Janur (istri Depati Amir) terus mengobarkan semangat dan memberi energi kepada Depati Amir dalam mengusir penjajah dari tanah kelahirannya.
Kita juga mengenal Ibu Negara pertama yang ikut menjahitkan bendera Merah Putih sebagai bentuk dukungannya pada bangsa ini untuk merdeka dan lepas dari cengkraman tangan penjajah.
Dewasa ini peran wanita terus berjalan sesuai dengan dinamika pembangunan. Wanita Indonesia kini dengan warisan dari para pendahulunya terus mengambil peran dalam pembangunan, baik di daerah maupun di tingkat nasional.
Wanita telah menunjukan perannya dalam segala sektor pembangunan. Wanita dengan peran ganda yang dimilikinya, apakah sebagai sorang istri dan Ibu dari buah hatinya serta yang meniti diri pada karier terus mewarnai pembangunan negeri ini.
Kini kita dapat menjumpai seorang wanita memegang peranan dalam sektor pemerintahan. Apakah sebagai Presiden, Ketua DPR, Menteri, Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati/Walikota dan Ketua DPRD.
Beberapa wanita Indonesia, kita dengar sering bersuara lantang di forum DPR, DPRD baik tingkat provinsi maupun Kabupaten. Di daerah, sejumlah wanita dengan kemampuannya mampu memegang amanah sebagai Kepala Dinas, Kepala Biro, Kabag, Camat, bahkan Lurah.
Kita tentu sangat memberikan apresiasi yang luar biasa kepada sejumlah petinggi daerah yang telah memberikan penghargaan yang tinggi terhadap wanita sesuai kemampuan ilmu yang dimilikinya untuk mengaplikasikan pengetahuannya dalam pembangunan daerah. Tentunya sesuai dengan apa yang diperjuangkan oleh para wanita-wanita perkasa pendahulu mereka.
Kita tentu sangat berharap banyak, para wanita yang memegang amanah di daerah ini mampu menunjukan apa yang menjadi cita-cita para wanita-wanita perkasa Indonesia. Para wanita ini mampu mengaplikasikan cita-cita para pendahulunya untuk ikut memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan Bangsa ini.
Disisi lain peran ganda yang dilakoni para wanita ini mampu mewarnai kehidupan negeri ini dengan ikut memberikan pengetahuan kepada para anaknya dalam menyongsong masa depan yang cemerlang dan indah. Bukan cuma dengan pengetahuan semata, tapi juga dengan IMTAQ.
Kita sangat berharap kepada para wanita, mampu memberikan pencerdasan dan pencerahan kepada para putra / putrinya dengan pengetahuan. Mendidik anaknya dengan naluri keibuannya. Sekaligus mampu memberikan warna, bahwa ilmu pengetahuan merupakan bekal untuk menghadapi masa depan yang makin kompetitif dan sarat persaingan. Membangun peradaban.









