BERITABANGKA.COM — Meski dikenal sebagai daerah penghasil timah dan destinasi wisata alam yang menawan, Pulau Bangka juga menyimpan sisi lain yang penuh misteri. Hingga kini, sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa wilayah ini memiliki kekuatan gaib dan kental dengan unsur mistis.
Kepercayaan terhadap makhluk halus dan praktik ilmu hitam atau santet diyakini telah ada sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Cerita mengenai tempat angker dan keberadaan penunggu di lokasi tertentu masih sering terdengar dari warga di berbagai daerah, seperti Toboali, Payung, dan Sungailiat.
“Sampai sekarang masih ada tempat yang tidak boleh dilewati sembarangan, apalagi malam hari. Biasanya kami minta izin dulu atau melakukan ritual kecil,” ujar Rudi (43), warga Toboali, Selasa (28/10/2025).
Ia menyebut, masyarakat setempat percaya bahwa jika seseorang bersikap sombong atau mengucapkan kata-kata tidak sopan di tempat tertentu, bisa saja terkena gangguan gaib.
Selain itu, sebagian warga juga masih meyakini adanya praktik ilmu hitam atau santet yang digunakan untuk mencelakai orang lain. “Orang dulu sering bilang, jangan sembarangan bicara buruk tentang orang, bisa-bisa kena balas santet,” ungkap seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Payung yang enggan disebut namanya.
Menurut sosiolog lokal, Abdul Manan, kepercayaan terhadap dunia mistis di Pulau Bangka merupakan warisan budaya yang telah turun-temurun. Ia menilai, tradisi ini bukan semata soal supranatural, tetapi juga berkaitan dengan nilai sosial dan moral masyarakat Melayu Bangka.
“Keyakinan terhadap santet atau roh halus menjadi cara masyarakat menjaga sikap dan menghormati sesama. Ini bagian dari kearifan lokal yang masih hidup hingga sekarang,” jelasnya.
Meski modernisasi terus berkembang, ritual adat seperti tolak bala dan tepung tawar masih dijalankan oleh sebagian warga sebagai bentuk perlindungan dari energi negatif.
Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Bangka tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga menyimpan kekayaan spiritual dan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakatnya.
Lantas Apakah Pulau Bangka benar-benar angker? Jawabannya tergantung pada sudut pandang. Bagi sebagian orang, kisah mistis dan ilmu hitam hanyalah bagian dari cerita rakyat. Namun bagi warga yang hidup di dalamnya, hal itu merupakan realitas budaya yang masih hidup hingga kini. (*)








