KOBA, BERITA BANGKA.COM – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman ST pastikan Pulau Nangka akan terang benderang di tahun 2024, hal itu ia ungkapkan saat menghadiri acara peresmian bantuan pemasangan baru listrik di Desa Kurau Timur Kecamatan Koba, Bangka Tengah, Jum’at (28/10/2022).
Pada kunjungan sebelumnya, Bupati Bateng Algafry mengetahui hal kekhawatiran warga tanpa listrik di Pulau Nangka bertepatan dengan acara memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menjadi tuan rumah Karang Pamitran Babel tahun 2022, yang bertempat di Pulau Nangka Kecamatan Sungai Selan, Kamis (27/10/2022) lalu.
“Keadaan disana sangat mengkhawatirkan dan prihatin sekali keadaan gelap pukul 6 pagi, para orang tua dan anak anak kalang kabut mencari buku dan baju untuk bersekolah karena tidak adanya penerangan listrik selama 24 jam,” ungkapnya.
Dari data yang Ia dapat sekitar 110 rumah dengan 550 warga alami krisis listrik, lantaran listrik diwilayah itu tidak beroperasi 24 jam.
“Merasa gagal saya selama ini, menjadi pemimpin, kasihan saya pada masyarakat Pulau Nangka,” ujar Bupati Algafri.
Melalui aspirasi. Krisis listrik itu pun sudah disampaikan Bupati Algafry Rahman kepada anggota Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya saat mengunjungi Desa Kurau Timur di acara peresmian bantuan pemasangan listrik baru.
“Jadi Tahun 2024 Pulau Nangka sudah harus terang benderang, kasihan masyarakat disana listrik hanya hidup selama 12 jam, mulai pukul 18.00 sore sampai pukul 06.00 pagi,” katanya.
Ini adalah bentuk komitmen Bupati Bangka Tengah bersama Bambang Patijaya sebagai Komisi VII DPR RI, pihak PLN, dan Kementerian ESDM. “Pokoknya kalau sampai gak terang benderang 2024, berarti ada yang salah dengan pemimpinnya dan kami gagal jadi pemimpin,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya S.E., M.M. atas krisis ini mengatakan, dirinya siap membantu hingga ke pelosok Bangka Belitung.
“Benar kata Bupati berarti kita gagal menjadi pemimpin kalau tahun 2024 Pulau Nangka tidak terang benderang, jadi akan kita kabulkan itu,” katanya.
Menurut pria kelahiran Sungailiat itu, hak sejahtera merupakan hak seluruh Rakyat Indonesia, setidaknya dengan usaha itu bisa memfasilitasi kekurangan kekurangan pada masyarakat yang memang membutuhkan.
“Akan kita kaji dengan baik semua masyarakat berhak mendapatkan fasilitas dan hak yang sama, jadi akan kita kabulkan permintaan Bupati Algafry Rahman. Masyarakat Bangka Belitung harus mendapatkan hak yang sama, dimana pun masyarakat berada,” kata Bambang Patijaya. (Doni)
























