Melonjaknya angka kasus secara drastis ini diduga hasil Swab dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi lambat keluar akibat kapasitas sample uji pasien melebihi kapasitas uji sample Covid-19 Labkesda yang berimbas sejumlah hasil Swab keluar serentak.
Hal ini dibenarkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan melalui Juru Bicara, Supriyadi pada Rabu di Toboali. “Benar karena hasil Swab lambat keluar lantaran sample uji menumpuk di Labkesda Provinsi,” kata Supriyadi, Rabu (3/2/2021).
Supriyadi juga menyampaikan pada hari yang sama tingkat hunian Wisma Karantina Covid-19 Balai Diklat Kabupaten Bangka Selatan terisi 37 orang pasien suspek dari 25 kamar dengan 50 tempat tidur.
“Wisma Diklat kapasitas 25 kamar dengan 50 tempat tidur total pasien 37 orang, konfirmasi positif tidak ada, suspek 37 orang, masuk 25 orang, selesai isolasi belum ada, dan dirujuk juga blom ada,” tambah Supriyadi.
Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bangka Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika pada Rabu 3 Februari 2021 terdapat 143 kasus konfirmasi positif dengan 5 pasien sedang menjalani perawatan, 133 orang sembuh, dan 5 orang meninggal dunia.
























