BERITABANGKA.COM – Suasana bahagia menyelimuti para siswa tingkat SMA, SMK, MA, dan SLB se-Kabupaten Bangka Selatan. Hari pengumuman kelulusan tahun 2025 ini berjalan lancar dan aman, berkat kesiapan aparat yang siaga sejak pagi.
Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto, bahkan turun langsung ke lapangan meninjau proses pengamanan. Ia ingin memastikan setiap titik sekolah yang melaksanakan pengumuman dalam keadaan kondusif, tanpa gangguan atau euforia berlebihan dari siswa.
“Kami tidak hanya berjaga, tapi juga mengimbau langsung kepada para siswa agar bisa mengendalikan diri saat menerima hasil kelulusan. Ini bukan momen untuk pesta berlebihan,” ujar PS Kasi Humas Polres Basel, Iptu GJ Budi, SH.
Pengamanan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan melibatkan personel dari Polres serta seluruh jajaran Polsek. Unit Satlantas, Sabhara, dan Binmas juga aktif patroli dan melakukan pendekatan persuasif ke sekolah-sekolah.
Total ada 20 sekolah yang mengumumkan kelulusan hari ini, dengan jumlah siswa sebanyak 2.102 orang. Sebanyak 2.100 siswa dinyatakan lulus, hanya dua siswa yang belum berhasil melewati tahap akhir. Tingkat kelulusan pun mencapai angka 99 persen.
Pengumuman dilakukan secara tatap muka dan dihadiri oleh guru, orang tua, serta para siswa. Sementara SMA Muhammadiyah Toboali dijadwalkan mengumumkan hasil pada Selasa, 6 Mei 2025.
Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran yang melarang perayaan kelulusan berlebihan. Beberapa poin penting yang ditekankan adalah larangan konvoi kendaraan, coret-coret seragam, hingga pesta yang bisa mengganggu masyarakat.
“Kami sosialisasikan aturan ini ke semua sekolah. Kelulusan seharusnya disyukuri, bukan dirayakan dengan aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambah Iptu Budi.
Langkah antisipatif dari kepolisian serta koordinasi dengan pihak sekolah berhasil menciptakan suasana yang aman dan damai. Harapannya, tradisi perayaan kelulusan yang positif bisa terus dibudayakan.
Dengan pengawasan yang ketat namun tetap humanis, Bangka Selatan menunjukkan bahwa merayakan kelulusan tidak harus dengan aksi berlebihan. Cukup dengan rasa syukur dan dukungan dari keluarga, momen bahagia ini tetap terasa istimewa. (*)















