BERITABANGKA.COM – Ditengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi, sering kali kita melupakan akar yang membentuk jati diri kita yakni adat dan budaya. Sisa-sisa masa lalu, menjadi kompas menjaga harmoni perekat sosial di tengah masyarakat yang terus berubah.
Menyadari pentingnya menjaga warisan ini, PT Timah Tbk (TINS) tidak hanya fokus pada operasional industri saja, tetapi juga mengambil peran sebagai penjaga nyala tradisi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Budaya Sebagai Identitas, Komunitas Sebagai Kekuatan
Bagi masyarakat di wilayah operasional PT Timah, tradisi adalah napas kehidupan.
Mulai dari ritual adat yang sakral hingga festival kesenian yang meriah, semuanya menyimpan kearifan lokal yang tak ternilai harganya.
Konsistensi emiten berkode TINS ini dalam mendukung kegiatan kebudayaan membuktikan bahwa kemajuan industri dapat berjalan beriringan dengan kelestarian tradisi.
Berikut adalah beberapa jejak perusahaan PT Timah Tbk dalam menghidupkan kembali kearifan lokal di berbagai daerah
1. Kampung Adat Gebong Memarong: Museum Hidup Masyarakat Mapur
Kabupaten Bangka, tepatnya di Air Abik, Desa Gunung Muda, PT Timah bersama Masyarakat Adat Mapur menghadirkan Kampung Adat Gebong Memarong.
Kawasan ini menjadi pusat wisata edukasi sejarah. Lintas generasi kini bisa mempelajari filosofi hidup masyarakat Adat Mapur, melihat langsung arsitektur tradisional, hingga mengikuti tradisi Nuju Jerami yang sarat akan makna rasa syukur atas hasil panen.
2. Perang Ketupat dan Ritual Rebo Pusaka di Bangka Barat
Bergerak ke Kabupaten Bangka Barat, dukungan PT Timah Tbk mengalir pada perhelatan Perang Ketupat di Desa Tempilang. Tradisi ikon ini merupakan simbol pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif.
Selain itu, perusahaan juga mendukung Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering Amantubillah, sebuah proses adat yang memperkuat ikatan spiritual dan sosial masyarakat setempat.
3. Festival Lampu Colok: Cahaya Ramadan di Karimun
Kabupaten Karimun, kolaborasi perusahaan dengan pemuda setempat melahirkan kemeriahan Festival Lampu Colok. Tradisi yang dilaksanakan pada malam 7 Likur bulan Ramadan ini menjadi wadah kreativitas bagi generasi muda.
Azyar, Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus, mengungkapkan bahwa dukungan dari PT Timah sangat penting dalam menjaga tradisi ini tetap hidup.
“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini turut menjaga kelestarian tradisi masyarakat. PT Timah kerap hadir mendukung kreativitas kami,” ungkapnya.
Mengapa Pelestarian Budaya oleh Perusahaan Itu Penting?
Dukungan PT Timah Tbk melalui program TJSL mencerminkan standar dalam tanggung jawab sebuah perusahaan.
Memahami kebutuhan spesifik komunitas adat lokal.
Menjadi mitra pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Rutin pemberian bantuan yang memberikan dampak bagi masyarakat luas.
Untuk itu pelestarian budaya adalah cerminan satu daerah jangka panjang tentunya untuk menjaga karakter sebuah bangsa. Apa yang dilakukan oleh PT Timah Tbk di wilayah operasionalnya mulai dari Bangka hingga Karimun adalah bukti cara bahwa sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat dapat menciptakan alur yang indah.
Dengan menjaga tradisi, kita tidak hanya menghargai leluhur, tetapi juga memberikan warisan identitas bagi generasi masa depan agar tidak kehilangan arah di era serba cepat ini.
Ingin tahu lebih banyak tentang ragam budaya di Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau? Pantau terus pembaruan informasi mengenai wisata edukasi dan tradisi lokal yang terus berkembang di sekitar kita!























