“Alhamdulillah ini tradisi turu-temurun pada tahun ini produksi padi mencapai 148 ton untuk kebutuhan warga desa kebutuhan beras masih kurang 310 ton untuk kebutuhan masyarakat desa,” kata Marjan.
Selain itu Ditambahkan Marjan, kegiatan juga di isi dengan khatam Al-Quran yang diikuti oleh 49 anak-anak Desa Pangkal Buluh.
“Alhamdulillah sampai saat ini kami rutin meng hatamkan anak-anak, ini penting untuk menciptakan generasi Qur’ani sebagai bentuk dalam meneladani rasulullah,” katanya.
Semetara itu, KH Jafar Shiddiq dalam tausiyahnya mengatakan pentingnya rasa syukur atas keberhasilan panen padi.
“Dengan kegiatan ini kita bisa bersilahturami, berdoa dan kita bisa makan bersama itu nikamat yang luar biasa.
Tradisi ini harus dipertahankan, doa maupun tahlilan ini merupakan tradisi ulama-ulama dahulu,” kata pengasuh pondok pesantren Hidayatussalikin Pangkalpinang ini.







