Pemkab Bangka Selatan Gelar Penggerakan Bumil Sehat, Perkuat Upaya Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

banner 468x60

TOBOALI, beritabangka.com – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) menggelar kegiatan Penggerakan Bumil Sehat Tahun 2026 di Halaman Kantor Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting sekaligus menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, yang menegaskan bahwa kesehatan ibu hamil merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Penggerakan Bumil Sehat merupakan program promotif dan preventif yang bertujuan memastikan setiap ibu hamil memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal, meningkatkan pengetahuan mengenai kehamilan, pemenuhan gizi, serta mendorong perilaku hidup sehat selama masa kehamilan hingga persalinan.

Melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berupaya memutus mata rantai stunting sejak sebelum bayi dilahirkan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan yang diikuti sekitar 170 peserta ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, camat, lurah, jajaran DKPPKB, kepala puskesmas, direktur rumah sakit, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kader kesehatan, serta para ibu hamil.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penyuluhan mengenai kesehatan kehamilan, pemenuhan gizi, pencegahan stunting, serta pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Materi disampaikan oleh dr. Agus Pranawa dan dr. Marko Adyo Rikardo Panjaitan, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Junjung Besaoh.

Dalam sambutannya, dr. Agus Pranawa menjelaskan bahwa percepatan penurunan angka kematian ibu dan prevalensi stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui peningkatan kualitas pelayanan antenatal care.

“Penggerakan Bumil Sehat merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan ibu hamil yang sehat, berpengetahuan, serta mendapatkan pelayanan kesehatan selama masa kehamilan sebagai langkah pencegahan stunting sejak sebelum bayi lahir,” ujar dr. Agus.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah mendorong setiap ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil sedikitnya empat kali, dengan satu kali pertemuan didampingi suami, sehingga keluarga mampu mengenali tanda bahaya kehamilan dan memberikan dukungan yang optimal.

Selain itu, sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah diterapkan sejak 2021, ibu hamil kini dianjurkan menjalani minimal enam kali pemeriksaan kehamilan, termasuk dua kali pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG).

Menurut dr. Agus, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga terus memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan ibu hamil. Saat ini terdapat kebutuhan 10 unit alat USG untuk seluruh puskesmas di Kabupaten Bangka Selatan, namun satu unit masih dalam kondisi rusak. Pemerintah juga terus meningkatkan layanan Posyandu melalui penyediaan alat antropometri untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Semester I Tahun 2026, tercatat lima kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi di Kabupaten Bangka Selatan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Tahun 2025 yang mencatat dua kasus kematian ibu dan delapan kasus kematian bayi.

“Data tersebut menjadi perhatian serius bagi kita semua. Oleh karena itu, Penggerakan Bumil Sehat Tahun 2026 dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus menekan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Selatan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting, DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan melaksanakan rangkaian kegiatan selama tiga hari. Setelah Penggerakan Bumil Sehat, kegiatan dilanjutkan dengan Penggerakan Cegah Stunting pada 7 Juli 2026 dan Penggerakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada 8 Juli 2026 sebagai intervensi terpadu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis upaya percepatan penurunan stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi dapat tercapai sehingga mampu melahirkan generasi Bangka Selatan yang sehat, unggul, dan berdaya saing.

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250