Pemkab Bangka Selatan Perkuat Komitmen Eliminasi TBC dan Pengendalian DBD melalui Pembentukan Desa Siaga TBC dan Kampung Bebas Jentik

banner 468x60

TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular bertema “Penguatan Komitmen Pembentukan Kelurahan/Desa Siaga TBC dan Kampung Bebas Jentik Kabupaten Bangka Selatan” yang berlangsung pada 20–21 Juli 2026 di Hotel Swarna Manunggal, Toboali.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Bangka Selatan Nomor 400.7.8.1/1/DKPPKB/SETDA/2026 tentang Percepatan Pembentukan Kelurahan/Desa Siaga TBC. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) sekaligus pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui gerakan Kampung Bebas Jentik.

Mewakili Bupati Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP., Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Muhammad Zamroni, S.STP., menegaskan bahwa penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“TBC bukan sekadar urusan Dinas Kesehatan atau Puskesmas semata. TBC adalah tantangan bersama yang menyangkut kualitas hidup masyarakat, produktivitas daerah, dan masa depan generasi kita. Oleh karena itu, Kelurahan dan Desa Siaga TBC harus kita jadikan ujung tombak pertahanan kesehatan paling depan. Program ini tidak akan berjalan maksimal jika kita bergerak sendiri-sendiri. Keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan dukungan lintas sektor yang solid, nyata, dan terintegrasi,” tegas Zamroni.

Ia berharap pertemuan koordinasi tersebut menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan hingga tingkat desa dan kelurahan, sehingga seluruh kasus TBC dapat ditemukan sedini mungkin dan pasien memperoleh pengobatan hingga tuntas.

“Pertemuan ini bukan sekadar ajang berkumpul atau seremoni semata. Saya ingin pulang dari sini kita memiliki komitmen yang sama. Tidak boleh ada pasien TBC yang tidak terdeteksi dan tidak boleh ada pasien yang gagal dalam pengobatan. Mari kita bekerja dengan data, bekerja dengan hati, dan bekerja secara terintegrasi,” ujarnya.

Pertemuan koordinasi ini bertujuan menggalang komitmen lintas program dan lintas sektor untuk mengoptimalkan peran desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam pencegahan serta pengendalian penyakit menular, khususnya TBC dan DBD. Komitmen tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sistem kewaspadaan dan penanganan penyakit berbasis kewilayahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Selain memperkuat komitmen, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan TBC berbasis kewilayahan. Upaya tersebut meliputi percepatan penemuan kasus, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga sembuh, menekan angka penularan, serta menjamin masyarakat memperoleh akses layanan TBC yang mudah, cepat, dan berkualitas.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga menargetkan terbentuknya Kelurahan dan Desa Siaga TBC di seluruh wilayah. Bersamaan dengan itu, forum ini menjadi wadah penyusunan rencana aksi pembentukan Kampung Bebas Jentik berbasis pemberdayaan masyarakat melalui gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Mandiri sebagai langkah nyata mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan, TP PKK, BAZNAS, direktur rumah sakit, para camat, kepala puskesmas, lurah, serta kepala desa se-Kabupaten Bangka Selatan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis target eliminasi TBC serta pengendalian DBD dapat tercapai secara optimal. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mewujudkan Bangka Selatan yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250