“Nanti juga ada para penegak hukum. Saya berharap hal ini juga menjadi perhatian pihak Kejaksaan Negeri Bangka Selatan.
Karena sayang, mubazir, anggaran sebanyak itu. Kalau saya sih bicara tentang asas manfaatnya. Kalau tidak bisa digunakan artinya kan tidak bermanfaat. Percuma, proyek ini terkesan asal-asalan,” ujar Politisi PDIP ini.
Dilanjutkan Erwin, meskipun PPK nya mengatakan bahwa masih ada dana pemeliharaan sejumlah kurang lebih Rp 27 juta sekian, ditaksir itupun tidak akan menjadi suatu lapangan bola.
“Karena dengan anggaran pemeliharaan segitu enggak mungkinlah pemuda atau masyarakat Bedengung itu main bola di lahan yang penuh kerikil karena akan membahayakan. Saya beranggapan kalau ini adalah proyek yang gagal,” tutup Erwin.























