TOBOALI – Dinas Kesehatan, Pengendalian, Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan (Basel) bersama Satuan Reserse dan Narkoba Polres Basel lakukan Inspeksi mendadak disejumlah apotik yang ada di Kota Toboali.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Agus Pranawa melalui Eddial mengatakan sidak dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI Nomor SR.01.05/III/3461/2022.
Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk memantau penyaluran secara langsung sirup, obat-obatan yang ada di apotik Kota Toboali lantaran diduga menjadi penyebab kasus gangguan gagal ginjal akut pada anak saat ini.
“Kita memantau pendistribusian obat obatan dan sirup dari apotik swasta ke masyarakat setidaknya jadi peringatan penting dan kita menyidak 11 apotik dan 1 tempat,” kata dia, (24/10/22).
Selain sidak Tim kesehatan dan Kepolisian itu juga melakukan sosialisasi dengan memberikan edukasi atas peredaran dan penggunaan obat obat yang dilarang beredar.
“Jenis obat seperti Termorex, Paracetamol, dan produk produk dari Unibebi itu dilarang jadi kita memastikan dari pihak apotik tidak menyebar luas dan menyalurkan lagi kedepannya,” tambahnya.
Sementara itu masih kata Eddial menjelaskan, dari 12 tempat sidak tidak ditemukannya lagi obat yang dilarang edar. Plang larangan juga sudah dipasang sebagai peringatan kepada masyarakat.
“Larangan ini instruksi Kemenkes (Kementerian Kesehatan) langsung, jadi larangan untuk menjual bebas dan bebas terbatas. Tunggu arahan kalau mau menjual bebas lagi dari Kemenkes dan BPOM,” tuturnya.























