BANGKA SELATAN – Tinggi nya permintaan tenaga kesehatan (Nakes) profesional di kabupaten Bangka Selatan (Basel) masih jadi atensi khusus Pemerintah Daerah (Pemda). Kurangnya Nakes membuat terseok-seok (Lamban, red) perputaran roda pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Basel, Kamis (17/2/2022).
Dengan kekurangan Nakes, beberapa ruang tidak digunakan. Sedangkan diketahui alat kesehatan (Alkes) terbilang standar nasional sudah disiapkan oleh Pemda Basel. Miliaran rupiah dana disiapkan oleh pemerintah daerah agar masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan yang memadai. Namun kenyataannya masih ada saja keluhan atas pelayanan yang diberikan kurang layak dan fasilitas RSUD kurang memadai.
Prihal tersebut diungkapkan langsung oleh salah satu perawat senior di RSUD, namanya enggan disebutkan mengatakan, hal kekurangan SDM di RSUD bukan kali ini saja, semenjak dirinya mengabdi menjadi pegawai negeri sipil (PNS) keperawatan, kekurangan SDM selalu dialami dari tahun ketahun tanpa perubahan.
“Bukan cerita baru hal kekurangan perawat dan dokter ahli di RSUD ini, dari tahun ketahun yah seperti ini,” katanya kepada berita bangka diruang kerjanya, Selasa (15/2/2022).
Diketahui olehnya, pemutasian tenaga perawat didominasi oleh peran serta orang dalam (petinggi, atau orang punya jabatan lebih tinggi, red) atas unsur suka atau tidak sukanya. Dan tak menutup kemungkinan pemutasian berbau nominal uang.
“Kita tidak menuduh ya, namun kenyataannya seperti itu, nampak benar yang punya orang dalam dengan leluasanya mutasi ketempat mereka (Nakes) suka, dan kalau kita tidak mempunyai orang dalam yah nahan hati, padahal mereka dapat jadi PNS nya di kabupaten ini namun kenyataannya mereka sudah menjadi PNS malah keluar dari Basel meskipun penerimaan PNS setiap tahunnya tinggi akan tetapi nakes yang bersedia ditempatkan di RSUD hanya sedikit,” ungkapnya.
Dia berharap kedepannya RSUD Basel dapat menjadi naungan untuk masyarakat agar dapat menikmati fasilitas kesehatan yang memadai.
“Semoga kedepan RSUD semakin maju saja, dan tidak ada lagi keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat Basel, pada dasarnya kami sebagai Nakes disini (RSUD Basel, red) kewalahan juga lantaran kurangnya Nakes yang mau bertugas di sini,” pungkasnya.
Terpisah, menanggapi hal itu Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid saat dikonfirmasi Berita Bangka.com mengatakan, akan memerintahkan Dinas Kesehatan Basel untuk melakukan pembenahan kedepannya terhadap struktural RSUD, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat dirasa secara maksimal.
“Siap, nanti kita akan cari solusi terbaiklah kedepannya untuk RSUD,” kata Bupati.
Hingga berita ini diturunkan pihak direktur RSUD Bangka Selatan masih dalam upaya konfirmasi Beritabangka.com.








