Nelayan Dan Supir Truk Pelabuhan Sungai Selan Keluhkan Sulitnya Mendapatkan BBM

banner 468x60

SUNGAI SELAN – Mempunyai Stasiun Bahan Bakar Nelayan ( SPBN ) bukan bearti nelayan di Sungai selan, Kecamatan Sungai Selan, Bangka Tengah bisa mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan mudah.

Dimana sudah sejak lama nelayan di Sungai Selan Kesulitan dalam mendapatkan BBM bersubsidi terutama jenis Bio Solar sebagai bahan BBM utama mesin kapal nelayan.

Hak itu diungkapkan langsung oleh ketua nelayan Sungai Selan Supardan saat adanya kunjungan Bupati Bangka Tengah ke Pelabuhan Sungai Selan, (21/02/2022). dirinya mengungkapkan sudah sejak lama nelayan di Sungai Selan kesulita melaut akibat tidak adanya BBM.

“Selama ini kita kesulitan mendapatkan BBM saat ingin melaut, hal ini di akibatkan tidak adanya stok BBM di SPBN yang ada, kita tidak tau apa benar stoknya habis atau seperti apa,” ujarnya.

Nelayan berharap kepada Pemkab Bangka Tengah dan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman agar segera mengambil langkah agar stok BBM di SPBN dapat memenuhi kebutuhan nelayan Sungai Selan.

“Ya kita berharap dengan adanya Bupati Bangka Tengah yang hadir langsung mengecek permasalahan nelayan, dapat segera mengambil langkah, agar nelayan dapat mendapatkan BBM dan kembali melaut,” ungkapnya.

Selain itu nelayan juga berharap pihak pengelola SPBN dapat memprioritaskan para nelayan yang ada, mengingat SPBN merupakan stasiun pengisian bahan bakar yang di khususkan untuk nelayan.

Sementara itu Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman yang datang langsung ke Pelabuhan Sungai Selan guna mengetahui akar masalah terkait sukitnya nelayan mendapatkan BBM langsung mengintruksikan seluruh pihak terkait untuk segera mengatasi langkanya BBM untuk nelayan.

“Saya berharap kepada seluruh pihak terkait untuk segera mencari jalan keluar agar nelayan tidak kesulitan lagi mendapatkan BBM, mengingat pentingnya BBM untuk Nelayan menghidupkan kapal miliknya,” ungkap Algafry Rahman.

Tidak hanya permasalahan pada nelayan saja, saat berada di Pelabuhan Sungai Selan, Algafry Rahman yang biasa di sapa Bang Ayi mendapatkan permasalahan lain terkait BBM, yaitu keluhan sopir truk Pelabuhan Sungai Selan dalam mendapatkan BBM berjenis Bio Solar.

“Tidak hanya nelayan saja yang kesulitan mendapatkan BBM di Sungai Selan, namun supir truk Pelabuhan Sungai Selan juga merasakan hal yang sama, dimana saat ini SPBU yang ada di Sungai Selan tidak menjual BBM jenis Bio Solar, namun menjual BBM berjenis Dexlite,” tambahnya.

“Permasalahan antara nelayan dan supir truk Pelabuhan Sungai Selan harus segera kita selesaikan, jangan sampai berlarut-larut, karena BBM merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk lara nelayan dan supir, karena tanpa adanya BBM mereka ini tidak bisa gerak, sehingga mengganggu perekonomian bagi nelayan dan masyarakat yang menggantungkan diri dari proses bongkar muat Pelabuhan Sungai Selan,” tuturnya.

Saat ini Algafry Rahman telah bekoordinasi baik itu dengan pihak Pertamina, pemilik SPBU dan SPBN untuk segera mencari jalan keluar. Bahkan saat beraudiensi dengan nelayan dan supir di Pelabuhan Sungai Selan, Bang Ayi langsung menelpon anggota DPRI Bambang Patijaya dari komisi 7, untuk membantu agar stok BBM di sungai selan dapat terpenuhi. (Doni)

Pos terkait

banner 468x60