Akibat Tanah Longsor Seorang Pekerja Alat Berat Tewas

banner 468x60

BERITA BANGKA.COM, TEMPILANG–

Aktifitas Tambang di Desa Sinar Surya Kecamatan Tempilang merenggut seorang pekerja yang diketahui merupakan operator alat berat (PC) yang tertimbun tanah longsor. Senin (27/9/2021).

Kapolsek Tempilang, Ipda Mulia Renaldi, menuturkan kejadian itu merupakan murni Laka Kerja dan masih dalam lidikan kepolisian seminggu yang lalu.

“Hal itu sebenarnya sudah seminggu yang lalu, cuma saya kan masih dalam lidik ini. Bukan ilegal (IUP PT TIMAH), ini resmi. Makanya ini Laka kerja mau diketahui dulu human errornya dimana,” kata Ipda Mulia Renaldi (27/9).

Menurutnya, proses penyelidikan telah diambil alih oleh Polres Bangka Barat, sementara Polsek Tempilang hanya mengambil keterangan awal saja.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ini kan, Mitra PT TIMAH TBK, mereka kan sudah ambil keterangan dari PT TIMAH TBK, memang benar mitranya, nama CV TJ (Teman Jaya) kalau ada indikasi ke tindak pidana tetap kita proses dan permasalahan ini sudah kita limpahkan ke Polres ,” tandasnya.

“Lokasi di Desa Sinar Surya. Kemarin itu kan belum sempat diangkat (Excavator) tepatnya kejadian tanggal 18 September,”pungkasnya.

Dari kronologis kejadian diketahui operator sedang bekerja menggunakan headset, tiba-tiba tanah longsor menimbun korban bersama alat beratnya (PC) dan untuk saat ini pihak kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.

Terpisah Kepala Desa Sinar Surya Yurizaldi atau Tukel panggilan akrab masyarakat, membenarkan kejadian Tambang itu sudah menelan korban.

“Kami pihak Desa tidak tahu lebih banyak tentang aktivitas, tapi kalau pemberitahuan ke Desa ada cuma kasih tahu ada aktivitas, tapi dilahan pribadi sepengetahuan kami” ujar Yurizaldi, saat ditemui BeritaBangka.com di kantornya.

“Aduh,kami tidak tahu pasti, bahwa aktivitas tambang masuk dalam IUP PT TIMAH Tbk, namun yang kami ketahui jelasnya, kalau itu lahan pribadi milik Sumianto, warga yang pernah tinggal di Tempilang dan sekarang sudah tinggal di Pangkalpinang. Untuk pemilik CV nya saya tidak tau, soalnya laporan yang masuk hanya si A, B kalau pengurus PC adalah Toni. Kalau untuk kejadian yang mengakibatkan karyawan meninggal saya tahu, tapi tidak turun ke lapangan yang menangani pihak kepolisian,” beber Yurizaldi.

“Sementara itu mereka mengatasnamakan pribadi, jadi saya sebagai kades juga kurang tahu nama bosnya siapa, kalau sama ngurusnya, ada di sini,”ungkapnya.

Yurizaldi mengakui sebagai Kepala Desa tidak tahu apa-apa terkait penambangan tersebut, hanya mengetahui ada kabar yang tewas tertimbun tanah bersama alat berat (PC) saat menambang.

“Untuk Lokasi sendiri saya juga tidak tahu entah dimana, tapi nama lokasinya Binting, saya tidak pernah kesana, cuma waktu kejadian saya mendapat informasi, terus sudah dibawa ke rumah duka,” tambahnya.

Sementara itu pengurus tambang dari CV Teman Jaya Toni, saat dihubungi BeritaBangka.com, mengatakan dirinya sedang berada di Jakarta, sehingga belum dapat memberikan penjelasan terkait kejadian tewasnya operator alat berat (PC) itu.

“Waduh Pengurus masih pada di luar kota semua, terus masalah tambang kan belum jalan jadi pengurusnya pada pulang semua”tutup Toni sambil gugup

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60