Ancaman Resesi Tak Dapat Dihindari, 92% Negara di Dunia Mengalaminya

  • Whatsapp

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Febrio Kacaribu menjelaskan tentang konsep resesi ekonomi pada Jumat, (25/09) dalam acara virtual Kupas Tuntas Ekonomi & APBN.

“Supaya kita gampang memahaminya, pakai rule of thumb. (Resesi terjadi) kalau dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonominya negatif. Secara substansial resesi tidak terjadi tiba-tiba. Ini adalah proses perlambatan ekonomi secara keseluruhan,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Ia melanjutkan, tanda-tanda resesi di Indonesia sudah mulai dari kuartal pertama, bukan dari kuartal kedua. “Tanda-tandanya sudah mulai bukan di kuarter 2, di kuarter pertama pun sudah signifikan sekali pertumbuhan ekonominya terkoreksi,” paparnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diharapkan selalu rata-rata positif 5% dianggap sebuah kewajaran. Namun, begitu ada penurunan di bawah 5%, 1 hingga 2 kuarter dimana di Q1 sudah di bawah 5%, dan di Q2 (-5,3%), bahkan di kuarter ketiga (Q3) ekspektasi pertumbuhan antara (-2,9%) hingga (-1%), artinya waktu perlambatan ekonomi sudah berkepanjangan, dan itu bisa disebut resesi.

Ia bahkan mengatakan sepanjang tahun ini Indonesia sebenarnya telah mengalami resesi. Tetapi ia tetap berharap untuk memfokuskan kuarter 4 tumbuh lebih lebih baik.

“Bayangkan pertumbuhan ekonomi kita selalu positif. Paling gampang, 5% pertahun dalam 10 terakhir. Seakan-akan 5% pertahun menjadi tren bahwa itu wajar setiap tahun kita expect pertumbuhan ekonomi kita 5%. Begitu pertumbuhan di bawah 5% dalam 1-2 kuarter itu menjadi pertanyaan.

Pos terkait

Slider

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *