BNN Bangka Gelar Raker Anti Narkoba di Lingkungan Swasta

banner 468x60

“Artinya Bangka Belitung masih rendah dalam peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. Namun meskipun begitu kita selaku masyarakat dan petugas BNN tidak bisa hanya diam dan membiarkan itu semua. Harus terus dicegah dan ditekan angkanya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala BNN Kabupaten Bangka, Eka Agustina didampingi Humas BNN Bangka, R Bembie AP juga dalam paparannya mengatakan, pemberdayaan masyarakat anti narkoba sebagai upaya memobilisasi seluruh sumber daya yang ada untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam penanganan Narkoba.

“Ini meliputi upaya pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan,” sebutnya.

Untuk itu kata Eka, dirinya mengimbau para peserta agar menjadi penggiat anti Narkoba di lingkungan masing-masing.

Lebih lanjut dikatakannya, peran serta masyarakat dalam hal ini para pekerja sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di tempat kerja masing-masing.

“Saya imbau kepada para peserta untuk menyusun program rencana aksi yang akan dilaksanakan pada lingkungan masing-masing. Tentunya program rencana aksi yang telah disusun oleh masing-masing peserta akan di supervisi oleh petugas BNN Kabupaten Bangka,” katanya. Hal tersebut juga sebagai wujud penerapan instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2020 tentang P4GN.

Raker kali ini menurutnya, (BNN) ingin fokus kepada perusahaan swasta karena dinilai tingkat penyalahgunaan narkoba sangat rentan terjadi di lingkungan pekerja.

“Kita libatkan perusahaan swasta sebagai salah satu stakeholder atau mitra BNN dalam upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba khususnya di perusahaan-perusahaan,” jelasnya.

Diakuinya, pihaknya sedikit kecewa dan menyayangkan lantaran masih ada perusahaan yang sama sekali tidak mengirimkan utusannya dalam kegiatan ini.

“Perusahaan itu salah satu cafe ternama di Sungailiat.Apalagi banyak cafe dan tempat hiburan sejenis saat ini sebagai salah satu sasaran yang sangat rentan dengan transaksi maupun penyalahgunaan narkoba didalamnya,” tuturnya.

Eka berharap para peserta dapat memahami dan menerapkan materi yang disampaikan oleh masing-masing narasumber.

“Salah satu tugas peserta ini nantinya akan menjadi perpanjangan tangan BNN dalam pelaksanaan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungan perusahaan masing-masing, tes urine misalnya. Dengan begitu suatu perusahaan akan tercipta sebagai lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba oleh pekerja, dan dengan sendirinya produktivitas kinerja para karyawan akan meningkat,” tutupnya.

banner 468x60