“Dari sebelum masa kehamilan harus direncanakan, bapak-bapak harus ‘cerudik’ (peduli) mengenai asupan gizi saat sebelum hamil, saat hamil dan saat menyusui karena urusan keluarga ini harus melibatkan bapak-bapak juga, bapak dan ibu dalam keluarga harus kompak,” terangnya.
Sementara Prof. Muhammad Rizal Martua Damanik, mengatakan penanganan stunting merupakan salah satu target yang tertuang dalam RPJMN 2020 yakni pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Beliau mengemukakan penanganan dan pencegahan stunting ini merupakan investasi yang akan dirasakan 20-30 tahun kedepan, pada masa kehamilan pemenuhan akan kebutuhan gizi yang seimbang merupakan investasi yang penting untuk dipahami dan memerlukan peran dan kontribusi suami pada masa hamil dan menyusui.
“Bangka Belitung ini kaya, sumber protein melimpah dari hasil laut dan banyak sumber-sumber gizi lainnya dari tanaman, tapi mengapa masih terjadi stunting, mungkin disebabkan kurangnya pengetahuan dan abai, melalui dialog dalam workshop ini diharapkan peserta dapat lebih memahami ini,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Prof Hardinsyah menyebutkan bahwa syarat suksesnya penanganan dan pencegahan stunting ini dimulai dari pimpinan paling atas, menurutnya upaya Gubernur Erzaldi sudah sangat menginspirasi dan beliau juga memahami mengenai stunting ini.




