“Yang bagian pelayanan iya (tidak ada pemangkasan, red). Namun bukan di tenaga administrasinya. Kadang-kadang tenaga administrasinya terlalu banyak,” sebut Ansyori.
Sementara itu pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayan sebagai salah satu sektor layanan publik melalui Kepala Dinas, Sumadi, menyebut hal yang senada dengan Penjabat Sekda, Achmad Ansyori, akan ada evaluasi terhadap pegawai yang kurang efektif bekerja.
Namun untuk di sekolah-sekolah diusahakan tidak ada pemangkasan pegawai honorer. Hanya saja terjadi pengalihan sumber gaji dari APBD Kabupaten ke Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBN.
Berdasarkan update data pada November 2020 jumlah tenaga honorer di Pemkab Bangka Selatan sebanyak 2.970. Untuk total pendapatan daerah pada APBD 2021 sebesar Rp780.995.462.725,34. Sedangkan belanja pegawai pada belanja daerah sebesar Rp316.149.881.156,34.








