Implementasi Pendidikan Demokrasi Melalui Pemilihan Ketua OSIS di SMAN 3 Toboali

banner 468x60

Oleh: Tri Prasetio. 

BANGKA SELATAN – Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang mengedepankan asas pemilihan pemimpin atau pejabat tertentu yang dipilih berdasarkan suara mayoritas atau masyarakat di suatu negara.

Selain itu, negara demokrasi memiliki corak khusus seperti pemegang kekuasaan tertinggi adalah masyarakat atau rakyat di suatu negara.

Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi yang ada di dunia. Sama dengan negara-negara demokrasi yang lainnya, Indonesia juga dalam pemilihan pemimpin selalu mengedepankan pemilihan langsung oleh rakyat atau pemilu.

Pada negara demokrasi, sangat penting penanaman tentang pendidikan demokrasi sejak dini.

Bacaan Lainnya

Dengan pembiasaan sejak dini, maka kultur yang demokratis akan secara otomatis tertanam pada diri seseorang. Cara yang cukup efektif adalah dengan memperkenalkan pendidikan demokrasi di tingkat sekolah.

Salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan demokrasi dengan baik adalah SMAN 3 Toboali. SMAN 3 Toboali secara berkala memberikan wadah dalam edukasi demokrasi melalui organisasi siswa intra sekolah (OSIS).

Pada hari rabu, 12 Oktober 2022 OSIS SMAN 3 Toboali menyelenggarakan pemilihan ketua sebagai wujud regenerasi kepengurusan. Dalam implementasinya, pemilihan ketua OSIS ini kental dengan tata dan aturan dalam pemilihan pemimpin di negara demokrasi.

Menurut Tri Prasetio selaku pembina OSIS mengatakan demokrasi dimulai sejak dini kepada pelajar dengan pengalaman demokrasi yang dianut di Indonesia sejak dulu.

“Pemilihan ketua di organisasi sekolah merupakan momen penting dalam memperkenalkan pendidikan demokrasi di Indonesia,” kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan “Langkah tersebut berkaitan dengan memberikan pemahaman konkrit melalui reka pemilihan pemimpin yang baik dan benar,” tuturnya.

Selaras dengan pendapat di atas, Elya Rosda, S.T selaku kepala sekolah menyatakan bahwa “SMAN 3 Toboali selalu berupaya menciptakan output SDM yang berkualitas dan memiliki value di masyarakat, salah satunya dari pendidikan demokrasi,” katanya.

Menurutnya, pemilihan ketua OSIS merupakan program kerja yang strategis dalam peningkatan mutu siswa dalam bidang pendidikan demokrasi.

Pemilihan ketua OSIS diawali dengan orasi calon ketua OSIS dan dilanjutkan dengan uji publik para kandidat. Setelah melewati proses uji publik, calon ketua OSIS diberikan waktu 1 minggu untuk melaksanakan kampanye dengan tim sukses ya masing-masing. Selanjutnya, para kandidat dan tim sukses dilarang untuk berkampanye 3 hari menjelang pemilihan. Pada hari H pencoblosan, seluruh siswa, guru, staff, dan pimpinan SMAN 3 Toboali melakukan pemilihan berdasarkan dengan preferensi masing-masing.

Pos terkait

banner 468x60