Menurut Nyoman, kegiatan ibadah, sembahyang, puja bhakti dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi seperti pemanfaatan media sosial, baik melalui siaran langsung digital (live streaming) dan berbagai macam mediasi berbasis teknologi lainnya.
“Teknologi bisa kita manfaatkan bersama keluarga, bersama saudara, baik itu yang jauh dari tempat kita, tetap bisa melakukan komunikasi, selalu melakukan silaturahmi dengan keluarga menggunakan teknologi yang kita miliki,” kata Nyoman.
Nyoman juga menekankan agar umat Buddha di seluruh Tanah Air melakukan gerakan pencegahan penularan COVID-19 seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, selalu memakai masker untuk semua terutama apabila harus berada di tempat umum, jaga jarak aman minimal satu sampai dua meter, dan memproritaskan aktivitas dari rumah saja.
Nyoman juga mengimbau umat Buddha di seluruh Indonesia untuk tidak mudik dan membatasi interaksi langsung secara fisik dengan siapapun. “Lakukan semuanya dengan disiplin, jadilah pahlawan, lindungi diri, lindungi orang lain, mari menangkan perang melawan COVID-19, Indonesia bisa, salam tangguh,” kata Nyoman menandaskan.
Sumber: www.covid19.go.id







