Kronologis Perselisihan Warga Tanjung Labu Soal Aktivitas Tambang Timah

banner 468x60

“Kami pergi ke lokasi camp (Base Camp_red), namun tiba-tiba Kalu, Ngan dan Mi’an yang pro tambang timah itu langsung menyerang kami dengan mengeluarkan kata-kata mengapa masalah ini tidak selesai-selesai, kami juga mau makan,” kata Mastono.

Mastono mengakui bahwa, Kalu juga sempat mau memukulnya. Namun tindakan Kalu langsung dilerai oleh Kades dan masyarakat. Kemudian datanglah Mi’an yang langsung menarik kerah bajunya yang saat itu masih berada diatas sepeda motor.

Sedangkan, Ngan menakut-nakuti masyarakat yang datang ke lokasi Base Camp dengan mengeluarkan parang dari pinggang.

“Kebetulan saat di lokasi Base Camp ada Kapolsek Lepar Pongok, IPTU Suman Sirait sehingga saya disuruh lari oleh Kapolsek untuk meninggalkan lokasi. Saya langsung pergi meninggalkan lokasi itu dengan mengendarai sepeda motor,” ujar Mastono.

Dikatakannya setelah lari dari lokasi Base Camp ia langsung menelpon istrinya yang ada di rumah untuk segera meninggalkan rumah bersama anak-anaknya guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, masyarakat yang kontra tambang kemudian berkumpul cukup ramai hingga ratusan orang datang ke Kantor Polsek Lepar Pongok untuk melaporkan atas tindakan Kalu, Ngan dan Mi’an.

“Masyarakat datang ke Kantor Polsek menyampaikan aspirasi atas kejadian yang sebenarnya dan masyarakat juga minta perlindungan hukum kepada aparat kepolisian.

Masyarakat datang ke Kantor Polsek bukan mau demo dan bukan untuk bertindak anarkis. Tapi, melaporkan Kalu, Ngan dan Mi’an, sekaligus minta perlindungan hukum dan menyampaikan aspirasi agar Kalu, Ngan dan Mi’an diamankan dulu, jangan sampai masyarakat sendiri yang mengamankannya”, tutur Mastono.

Permintaan masyarakat, kata Mastono, ditindaklanjuti pihak kepolisian dengan mengamankan Kalu, Ngan dan Mi’an. Bahkan, ketiga orang tersebut sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Pos terkait

banner 468x60