BERITABANGKA.COM, KOBA – Rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan dan kualitas lingkungan permukiman masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kondisi ini BUAT pemerintah daerah untuk menyusun CARA berkelanjutan dalam menangani kawasan kumuh secara bertahap hingga tahun 2028.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengatakan pemerintah tidak ingin penanganan kawasan kumuh berhenti pada satu wilayah saja. Setelah berhasil melakukan penataan di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Pemkab Bangka Tengah telah menyiapkan peta jalan jangka panjang dengan sasaran wilayah lain yang dinilai masih membutuhkan perhatian.
“Penanganan kawasan kumuh tidak berhenti di Desa Kurau. Kami sudah menyusun rencana strategis berkelanjutan. Pada tahun 2027, fokus penataan akan diarahkan ke Desa Batu Belubang, dan dilanjutkan ke Kecamatan Sungai Selan pada 2028,” ujar Algafry mengutip InfobangkaID, pada Jumat 30 Januari 2026.
Menurut pria berkacamata itu menjelaskan, penanganan kawasan kumuh dilakukan secara terpadu, tidak semata membangun fisik semata.
Pemerintah daerah menurutnya telah menggabungkan perbaikan infrastruktur dasar permukiman, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan peran aktif masyarakat agar kawasan yang telah ditata dapat terjaga dalam jangka panjang.
Ia juga bilang, program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung target nasional pengurangan kawasan kumuh sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang layak huni, sehat, dan berkelanjutan.
“Penataan kawasan kumuh bukan hanya soal drainase, jalan, atau rumah, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama agar hasil pembangunan tidak sia-sia,” jelasnya.
Keberhasilan penataan kawasan kumuh di Desa Kurau akan dijadikan contoh awal atau role model yang dapat diterapkan di wilayah lain, dengan tetap menyesuaikan karakteristik sosial dan kebutuhan masing-masing daerah.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur masyarakat hingga lembaga terkait.
“Kami berharap dukungan semua pihak agar rencana ini dapat terealisasi sesuai target dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bangka Tengah,” tutup Algafry. (*)















