Pemkab Bangka Selatan dan BKKBN Perkuat Sinergi, Pulau Lepar Jadi Lokasi Bakti Bangga Kencana 2026

banner 468x60

TOBOALI, beritabangka.com – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat sinergi bersama Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mendukung pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Komitmen tersebut ditegaskan melalui audiensi yang dipimpin langsung Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP., di Ruang Kerja Bupati, Selasa (9/6/2026).

Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan Hefi Nuranda, S.T., M.M., serta Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dr. Agus Pranawa. Sementara rombongan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipimpin Kepala Perwakilan Fazar Supriadi Sentosa, S.H.

Audiensi membahas persiapan pelaksanaan Bakti Bangga Kencana di Pulau Lepar sebagai rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai 18 Juni dan mencapai puncaknya pada 29 Juni 2026.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Pulau Lepar akan memperoleh berbagai layanan, mulai dari pelayanan keluarga berencana (KB), pemberdayaan lansia, hingga intervensi percepatan penurunan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Bupati Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BKKBN yang memilih Pulau Lepar sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

“Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menyambut baik pelaksanaan Bakti Bangga Kencana di Pulau Lepar. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan yang merata bagi seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan. Dengan hadirnya layanan secara langsung di Pulau Lepar, masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan setara dengan wilayah lainnya,” ujar Riza.

Selain membahas pelaksanaan kegiatan, audiensi juga menjadi forum evaluasi program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka Selatan.

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan stunting harus diawali dengan pemetaan wilayah prioritas yang akurat sehingga intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Yang paling penting saat ini adalah menentukan terlebih dahulu lokus prioritas penanganan stunting. Dengan data yang akurat dan lokus yang jelas, intervensi yang dilakukan akan lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, evaluasi dan pemutakhiran data menjadi langkah penting yang harus terus kita lakukan,” tegasnya.

Riza juga menekankan pentingnya sinkronisasi program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat agar seluruh indikator pembangunan dapat dicapai secara optimal.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Bangga Kencana, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui optimalisasi peran Baznas dan pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BKKBN yang telah memilih Pulau Lepar sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat. Pemerintah daerah siap bersinergi melalui berbagai sumber daya yang tersedia, termasuk dukungan Baznas dan program CSR, guna memperkuat manfaat kegiatan ini bagi masyarakat Pulau Lepar dan wilayah sekitarnya,” tambahnya.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, BKKBN, Baznas, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan Bakti Bangga Kencana 2026 diharapkan mampu memperluas akses pelayanan keluarga berencana, mempercepat penurunan stunting, meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di wilayah kepulauan Kabupaten Bangka Selatan.

Pos terkait

banner 468x60