BERITA BANGKA.COM, BANGKA SELATAN–
Wakil Bupati, Debby Vita Dewi menyebut dalam era teknologi seperti saat ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini khususnya pada kalangan pelajar.
Hal ini disampaikan Debby Vita Dewi dalam Forum Discussion Group (FGD) Tentang Penanggulangan dan Pencegahan Paham Radikalisme, Intoleran, dan Anti Pancasila di Gedung Serba Guna Pemkab Bangka Selatan, Selasa (2/11/2021).
“Kita sangat khawatir jika hal ini tidak diantisipasi sejak usia dini. Kami sangat bangga hadir pagi ini dari Polda Babel dalam kegiatan yang menanamkan rasa nasionalisme dalam mencegah dan menanggulangi paham radikalisme, intoleran, dan anti Pancasila,” kata dia.
Pemkab Bangka Selatan, tambah dia, sangat mengaresiasi kegiatan yang sangat menarik untuk dikaji sehingga anak-anak muda khususnya pelajar SMA se-Bangka Selatan memiliki bekal dan ilmu dalam menghadapi kehidupan di masa datang.
Sementara Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Rudi Hermanto, S.IK menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini terutama melalui medsos akan membuat dunia serasa dalam genggaman.
Menurut dia, jika hal ini tidak diantisipasi maka faham-faham radikal yang bertebaran di dunia maya akan mudah masuk dan berkembang terutama dalam kehidupan pelajar. Ia berharap para peserta dapat memetik ilmu dari para narasumber yang hadir.
Informasi yang berhasil dihimpun, di era digital metode yang dikembangkan kelompok garis keras untuk menyebarkan paham radikalisme tidak lagi melalui pertemuan face to face di dunia offline, melainkan telah banyak memanfaatkan teknologi informasi dan internet.
Perkembangan penggunaan internet yang makin massif serta aplikasi social media dan social networking seringkali dimanfaatkan kelompok garis keras untuk menyebarkan ideologi radikal dan mempropagandakan doktrin-doktrin, menjajaki dan menjaring kader-kader potensial.
Sejumlah penelitian terdahulu telah banyak mengkaji peran penting media sosial dan teknologi informasi sebagai sarana utama penyebaran ideologi radikal-keagamaan, bagaimana dampaknya ke masyarakat, termasuk resiko yang dihadapi anak muda yang merupakan pengguna terbesar teknologi informasi dan internet.
FDG kali ini menghadirkan narasumber dari Forum Komunikasi Pencegahan Teroris (FKPT), Mantan Radikalis Ken Setiawan Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center dengan moderator Kompol Efendi Sugianto.








