Rina Tarol Minta Aparat Tindak Tambang di Tanjung Labu

  • Whatsapp

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Daerah Pemilihan (Dapil) Bangka Selatan, Rina Tarol, meminta aktivitas tambang yang ada di Desa Tanjung Labu dihentikan.

Hal ini dikatakan Rina usai menemui masyarakat Desa Tanjung Labu pada Selasa 21 Januari 2020.

Bacaan Lainnya

Klik link: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=190740532051015&id=100033452073833

Saat dikonfirmasi pada Rabu 22 Januari 2020 melalui sambungan telefon mengatakan meski belum mengantongi Surat Perintah Kerja (SPK) dari PT Timah Tbk namun aktivitas tambang tersebut tetap berjalan.

“Emang iya, karena melanggar aturan, melanggar undang-undang. SPK belom ada,” kata Rina.

Rina juga mempertanyakan aparat penegak hukum yang cenderung diam. Dikatakannya masyarakat Tanjung Labu meminta aparat ‘nakal’ yang diduga membekingi tambang tersebut untuk keluar dari Desa Tanjung Labu.

“Masyarakat Tanjung Labu minta agar aparat nakal yang membekingi itu diminta keluar dari Tanjung Labu,” tambah Rina.

Rina juga menyebut ada selebaran yang beredar di masyarakat yang diduga mengintimidasi yang berbunyi apabila masyarakat yang tidak setuju dengan pertambangan ini maka akan diciduk satu persatu.Β 

“Aktivitas tambang ilegal di Pulau Tanjung Labu tersebut diduga kuat melanggar UU Nomor 27 tahun 2007 yang dipertegas oleh UU Nomor 1 tahun 2014 tentang pulau-pulau kecil dan daerah pesisir,” ujar Rina.

Pos terkait

Slider