Gubernur Minta MoU dengan UNY Segera Digarap

banner 468x60

Program BLUD ini diperuntukan untuk anak-anak didik sekolah menengah agar lebih kreatif pada saat praktik kerja, tidak hanya ke perkantoran atau pabrik-pabrik, tetapi dapat langsung melakukan praktik di sekolah.

Oleh karena itu, setiap sekolah diwajibkan memiliki produk unggulan yang berbeda, hal ini juga sejalan dengan program One Gudep One Product.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Erzaldi Rosman menegaskan khususnya kepada dinas pendidikan agar MoU yang ditandangani hari ini segera ditindaklanjuti dengan MoA agar banyak program-program yang dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, tidak hanya mengirim murid ke universitas sesuai dengan kebutuhan Babel, tetapi dalam rangka meningkatkan kemampuan, para guru juga dilatih di UNY, khususnya Kepala Sekolah LKKS, baik LKKS SMA dan LKKS SMK yang ikut hadir hari ini.

“Praktek BLUD ini harus diiringi kemampuan guru sekaligus diiringi kemampuan untuk menyusun silabusnya,” ungkapnya tegas.

Oleh Gubernur Erzaldi Rosman diberikan tantangan terhadap UNY, agar BLUD di bawah bimbingan para guru mampu menjalankan bisnis secara profesional dan di sisi lain sebagai usaha untuk mengembangkan pendidikan.

“Dengan digiring seperti ini, kemudian karakter siswa akan terbentuk kemudian terbiasa berbisnis usai pendidikannya,” ungkapnya. Untuk membantu lancarnya program ini, bahkan disarankan agar UNY dapat melibatkan alumni-alumni UNY di Babel.

Sebagai Program Kelanjutan Sekolah (PKS), Babel akan mengirim mahasiswa ke UNY untuk kuliah S1 dan S2. Khusus untuk 6 (enam) cabang olahraga unggulan Babel, akan dilakukan pelatihan bagi guru cabor tersebut oleh UNY.

Kemudian, pelatihan lain juga dilakukan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah, pengawas, dan guru-guru terkait menjalankan kewirausahaan untuk mengembangkan BLUD. Hal ini juga akan didukung penuh oleh UNY, hingga mahasiswa UNY yang melaksanakan KKN ke Babel akan lebih terfokus pada program-program BLUD.

Rektor UNY Prof. Dr. Sutrisno Wibawa, juga menjelaskan kebijakan Menteri Pendidikan RI terkait sistem perkuliahan 5 semester di bangku kuliah dan 3 semester di lapangan. Hal ini memungkinkan Babel menjadi daerah penelitian melalui riset, KKN, PPL, dan lainnya.

Sumber: Dinas Kominfo
Penulis: Nonadp
Fotografer: Rafiq
Editor: Listya

banner 468x60