Pemprov Babel Gaet Balai Besar Pertanian Bogor untuk Pulihkan Lahan Kritis dan Genjot Ketahanan Pangan

banner 468x60

BERITABANGKA.COM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menggandeng Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) Bogor. Kolaborasi ini menjadi bagian dari respons daerah terhadap inisiasi program unggulan ketahanan pangan nasional yang digulirkan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Wakil Gubernur Babel, Hellyana, menegaskan bahwa kemajuan ekonomi daerah tak bisa dilepaskan dari penguatan sektor pertanian. Menurutnya, Babel memiliki potensi besar, namun juga menghadapi tantangan serius berupa lahan kritis dan bekas tambang yang belum termanfaatkan secara optimal.

“Dalam hal ini Bangka Belitung memiliki 691 hektare lahan kritis dan 1.438 lubang bekas tambang, kemudian ini saya rasa penting untuk berkoordinasi dan kerja sama dengan Balai Besar Pertanian Bogor ini, karena proyeksinya lebih komprehensif untuk mengembalikan dan memberdayakan fungsi lahan-lahan tersebut,” ujar Hellyana, Rabu (27/5/2025).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kondisi pertanian di Babel saat ini masih jauh dari ideal. Dari total kebutuhan beras sebanyak 130 ribu ton untuk 1,6 juta penduduk, ketersediaan sawah yang produktif baru menyumbang 33 persen produksi. Artinya, ada celah besar yang harus segera ditutup untuk menjamin ketersediaan pangan lokal.

“Cadangan sawah kita baru tercapai 33 persen dari 130 ribu ton kebutuhan padi kita dengan jumlah penduduk kita 1,6 juta,” jelas Hellyana.

Lebih jauh, Pemprov Babel juga mendorong inisiatif konservasi buah-buahan lokal sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi berbasis pertanian. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kemandirian produksi pangan, tetapi juga menarik minat investor untuk melirik sektor ini sebagai ladang peluang baru.

“Pada prinsipnya hal penting juga yang ingin kita kuatkan adalah angka partisipasi aktif pertanian di Babel baru 17,6 persen, kalau upaya ini kita berhasil kita naikkan dengan berkolaborasi dengan pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” imbuhnya.

Langkah strategis ini diyakini akan memberikan dampak ganda memperbaiki ekologi daerah yang rusak akibat aktivitas tambang sekaligus mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif.

Dalam jangka panjang, sinergi antara Pemprov Babel dan BRMP SDLP difokuskan mampu menciptakan sistem pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan kebutuhan pangan masa depan.

Dengan pendekatan yang lebih holistik dan kolaboratif, Babel menatap peluang untuk menjadi daerah swasembada pangan sekaligus pelopor dalam transformasi lahan bekas tambang menjadi sumber ketahanan pangan yang tangguh. (*)

Admin
Author: Admin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60