Lahan eks Tambang disulap Jadi Perkebunan Nanas

banner 468x60

BELITUNG, BERITABANGKA.COM – Lahan bekas tambang yang selama ini identik dengan kerusakan dan degradasi lingkungan, kini mulai menunjukkan potensi barunya sebagai pusat pertanian produktif. Di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, PT Timah Tbk bekerja sama dengan Kelompok Tani Air Jelutung mengubah lahan eks tambang menjadi kebun nanas lokal yang bernilai ekonomis tinggi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya PT Timah, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Ketua Kelompok Tani Air Jelutung, Suhari, mengungkapkan bahwa proyek ini menjadi pengalaman perdana mereka mengelola lahan bekas tambang untuk budidaya tanaman.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ini pertama kalinya kami menanam nanas di lahan bekas tambang bersama PT Timah. Awalnya pertumbuhan tanaman cukup lambat, meskipun sudah mencoba berbagai jenis pupuk. Namun setelah menggunakan kotoran ayam, pertumbuhannya mulai membaik,” ujarnya.

Nanas yang ditanam adalah varietas lokal khas Badau, dikenal dengan cita rasa manis dan segar. Meski hasil panen pertama belum optimal akibat tantangan kondisi tanah, Suhari mengaku tetap bangga dengan kualitas rasa nanas yang dihasilkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT Timah atas dukungan dan pendampingan yang diberikan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kelompok kami, dan ke depan kami yakin bisa menjadikan lahan eks tambang ini sebagai kebun nanas yang lebih baik,” tambahnya.

Ia juga menyemangati para anggota kelompok tani untuk terus bekerja keras dan tetap solid.

“Kami tahu ini tidak mudah, tapi kami percaya bahwa tidak ada usaha yang mengkhianati hasil,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Badau, Janiwati, turut menyampaikan apresiasinya terhadap langkah PT Timah yang tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga pembinaan secara berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan dampak positif bagi perekonomian kelompok tani. Ini bukan hanya bantuan fisik, tapi juga ada pendampingan dan pembinaan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Janiwati.

Ia berkeinginan agar program semacam ini dapat diperluas untuk komoditas lain, sehingga semakin banyak lahan eks tambang yang bisa dimanfaatkan secara produktif.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak berhenti di tanaman nanas saja, tapi juga dikembangkan untuk komoditas lain seperti sawit atau tanaman hortikultura lainnya. Terima kasih PT Timah yang telah melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lahan eks tambang,” tutupnya.

Dengan sinergi antara perusahaan dan masyarakat, lahan bekas tambang pun bisa bangkit menjadi sumber penghasilan baru untuk berkehidupan. (*)

Admin
Author: Admin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60