TOBOALI, BERITABANGKA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Junjung Besaoh 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Toboali ke-318. Festival yang mengusung tema “Merawat Warisan, Menguatkan Identitas, Mempromosikan Kekayaan Budaya Bangka Selatan” ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Oktober 2026.
Pemantapan persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi di Ruang Rapat Gunung Namak, Kabupaten Bangka Selatan, Senin (19/10/2026) siang. Rapat tersebut melibatkan perangkat daerah, kepolisian, pemerintah kecamatan dan kelurahan, lembaga adat, komunitas seni budaya, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Rapat dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, S.Pi., M.T. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk memperkuat koordinasi demi menyukseskan penyelenggaraan festival.
“Hari ini kita ingin memantapkan agenda kita, yaitu Festival Junjung Besaoh dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Toboali yang ke-318,” ujar Haris.
Ia berharap masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, khususnya di wilayah Toboali, turut berpartisipasi menyemarakkan peringatan tersebut. Partisipasi dapat dilakukan melalui pemasangan umbul-umbul, spanduk, dan ornamen lainnya di lingkungan masing-masing.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap rekan-rekan semua, khususnya yang berada di Kota Toboali, dapat ikut menyemarakkan kegiatan ini. Setidaknya dengan memasang umbul-umbul, spanduk, dan berbagai bentuk hiasan lainnya, sehingga suasana peringatan Hari Jadi Kota Toboali semakin terasa,” ungkapnya.
Haris menegaskan, keberhasilan pelaksanaan festival membutuhkan dukungan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah. Koordinasi lintas sektor diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar serta memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat.
Sejumlah unsur yang dilibatkan dalam persiapan kegiatan di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Camat Toboali, para lurah di wilayah Toboali, Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bangka Selatan, Dewan Kesenian, serta komunitas dan pelaku seni budaya.
Festival Junjung Besaoh 2026 akan menghadirkan beragam agenda yang mengangkat sejarah, tradisi, seni, dan budaya lokal. Kegiatan tersebut meliputi perlombaan berbahasa daerah, pertunjukan seni, bazar UMKM, festival kuliner tradisional, seminar sejarah, hingga malam puncak festival.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu (21/10/2026) melalui Lomba Dongeng Bahasa Habang pukul 13.00–17.30 WIB. Bazar UMKM dibuka pukul 16.00–22.00 WIB, dilanjutkan seremoni pembukaan atau Buka Lawang pada pukul 19.00–22.00 WIB.
Pembukaan festival dijadwalkan dimeriahkan penampilan Eksotika Habang Percussion & Friend, Tari Gajah Manunggang, serta Tari Tigel.
Pada Kamis (22/10/2026), agenda dilanjutkan dengan Lomba Puisi Bahasa Habang pukul 13.00–17.30 WIB dan Junjung Besaoh Got Talent pada pukul 19.00–22.00 WIB. Bazar UMKM juga kembali beroperasi mulai pukul 16.00 WIB.
Kegiatan serupa berlanjut pada Jumat (23/10/2026), dengan Lomba Pantun Bahasa Habang pada siang hari dan Junjung Besaoh Got Talent pada malam hari. Bazar UMKM dijadwalkan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
Memasuki Sabtu (24/10/2026), festival menghadirkan sejumlah kegiatan, di antaranya Lomba Pidato Bahasa Habang, Gegen atau pagelaran permainan tradisional, Festival Kuliner Tradisional “Ngarawat Rase”, serta Lomba Fashion Show Tempo Doeloe.
Pada malam harinya, masyarakat dapat menyaksikan hiburan Habang Berdendang pukul 19.00–22.00 WIB yang dijadwalkan menghadirkan Erhan, Yulia, dan Bintang.
Sementara itu, Minggu (25/10/2026) menjadi hari terakhir penyelenggaraan festival. Agenda diawali dengan Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi Kota Toboali ke-318 pukul 09.00–11.00 WIB, dilanjutkan Perayaan Kawan Heredek pukul 11.00–14.00 WIB.
Pada pukul 14.00–17.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar “Toboali Berkisah” dan Festival Kuliner Tradisional “Ngarawat Rase”. Bazar UMKM kembali dibuka pukul 15.00–22.00 WIB, sebelum ditutup dengan Malam Puncak Festival Junjung Besaoh 2026 pada pukul 19.00–22.00 WIB.
Penyelenggaraan Festival Junjung Besaoh 2026 menjadi salah satu upaya memperkenalkan sejarah dan identitas Kota Toboali sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi serta kesenian daerah.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, festival ini juga menghadirkan kesempatan bagi pelaku UMKM dan usaha kuliner tradisional untuk mempromosikan produk mereka kepada masyarakat.
Melalui tema yang diusung, Festival Junjung Besaoh 2026 diharapkan dapat memperkuat identitas budaya masyarakat Bangka Selatan, meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pelestarian tradisi, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap sejarah dan kekayaan budaya lokal.(*)








