Polisi Bongkar Fakta Baru Atas Pembunuhan Kacab Mohamad Ilham di Jakarta

banner 468x60

BERITABANGKA.COM – Polda Metro Jaya membongkar fakta baru dalam kasus penculikan dan pembunuhan yang menimpa Mohamad Ilham Pradipta (37), kepala cabang pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta Pusat. Polisi menyebut seorang motivator sekaligus pengusaha bimbingan belajar daring bernama Dwi Hartono (DH) terlibat sebagai aktor intelektual dalam aksi kejahatan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa Dwi Hartono bukan hanya sekadar pelaku, melainkan memiliki peran penting dalam merancang aksi penculikan hingga berujung pembunuhan.

“Benar, akun Instagram @klanhartono milik DH. Ia merupakan salah satu otak dari kasus ini,” ujar Ade Ary kepada wartawan di Jakarta.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Penangkapan Tanpa Perlawanan

Dwi Hartono berhasil ditangkap tim gabungan Polda Metro Jaya bersama dua tersangka lainnya, yakni YJ dan AA, di wilayah Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8) malam sekitar pukul 20.15 WIB. Proses penangkapan berlangsung mulus tanpa adanya perlawanan.

Tak berhenti di situ, polisi kembali membekuk tersangka lain berinisial C di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Minggu (24/8).

15 Tersangka Sudah Diamankan

Hingga kini, total 15 orang telah diamankan terkait kasus penculikan dan pembunuhan tersebut. Dari jumlah itu, enam orang ditangkap oleh tim Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob), sementara sembilan lainnya diamankan oleh tim Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras).

Jumlah ini meningkat dibanding data sebelumnya pada Kamis (21/8), ketika polisi baru menangkap delapan orang pelaku yang terdiri dari empat eksekutor penculikan dan empat aktor intelektual.

Meski demikian, polisi belum mengungkap secara detail peran tujuh tersangka tambahan karena masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Latar Belakang Pelaku

Menurut penyidik, Dwi Hartono dikenal sebagai pengusaha bimbingan belajar online yang juga aktif sebagai motivator. Namun, aktivitas bisnis tersebut tidak menutup kemungkinan adanya motif lain di balik tindak kejahatan yang dilakukannya.

Polda Metro Jaya memastikan akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap peran masing-masing pelaku, termasuk motif utama di balik penculikan hingga pembunuhan korban.

“Kasus ini masih terus dikembangkan. Setiap peran pelaku akan dibuka secara transparan,” tegas Ade Ary. (*)

Admin
Author: Admin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60