Tidak Mau Dikarantina, Satu Pasien Positif Covid-19 di Babar Berusaha Kabur

  • Whatsapp

Sekretaris GTPPC-19 Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama, mengatakan satu pasien covid-19 berinisial PI (44) warga Muntok berusaha kabur dari Wisma Karantina Gedung Diklat Bangka Barat, Senin (5/10/20) tadi malam.

Disampaikan Sidarta, Tuan PI bekerja sebagai penjaga malam di Kantor DKP Bangka Barat dan sebagai supir mobil travel di siang hari.

Bacaan Lainnya

“Pasien itu sudah dikarantina, dia kabur dan kami kejar, kami bawa ke kantor Pol PP dulu dan kami bawa ke karantina. Jadi kami nasehati dan kami masukkan lagi ke karantina,” jelasnya via telepon, Selasa (6/10/20).

“Positif. Dia tidak terima positif itu, dia sebenarnya tidak betah dikarantina itu, mau diobati seperti apa dia mau, cuma tidak dikarantina. Kan nggak bisa, namanya orang positif masak dibebaskan,” tambah Sidarta.

Dilanjutkan Sidarta, pagi ini, Selasa 6 Oktober 20202, Tuan PI dibawa ke Pangkalpinang untuk menjalani perawatan di Wisma Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Pagi ini dibawa ke Pangkalpinang karena dia positif. Kalau yang kontak erat masih di Wisma Karantina Bangka Barat. Jadi Kantor DKP libur karena dia (Tuan PI) bikin kopi di dapur itulah, namanya jaga malam,” pungkas Sidharta.

Terpisah, Juru Bicara GTPPC-19 Bangka Barat, dr. Hendra membenarkan ada penambahan 1 pasien positif Covid-19 berinisial PI ( 44 ), warga Kecamatan Muntok.

“Pekerjaannya sebagai supir travel. Yang bersangkutan merupakan kontak dengan kasus positif dari penumpang yang diantar ke Kabupaten Bangka,” jelas dr. Hendra via WhatsApp, Selasa (6/10/20) pagi.

Dengan penambahan tersebut, disampaikan dr. Hendra update Covid-19 per 6 Oktober 2020 yaitu, 43 kasus dengan rincian 28 orang sembuh, 14 orang dalam perawatan dan 1 orang meninggal dunia.

Pos terkait

Slider

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *