BANGKA SELATAN – Hak warga negara Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak jelas diinstruksikan oleh Presiden RI, dan hal itu tertuang pada undang undang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Berita Bangka beberapa pekan terakhir dilapangan, kerap kali keluhan masyarakat tentang ketersediaan obat yang harus membeli keluar, dan pelayanan kesehatan RSUD Kabupaten Bangka Selatan yang kurang memuaskan masih terjadi, lantaran pelayanan yang didapati oleh masyarakat jauh dari kata layak. Selain tenaga kesehatannya seperti enggan melayani pasien dan para dokter ter- kadang tidak pernah berada ditempat, serta “Tidak Gratis Untuk Biaya Berobat”.
Salah satu keluarga pasien DBD bernama Roni mengeluhkan bahwa pelayanan yang di rasakan oleh mereka sangat jauh dari kata standar. Selain menikmati pelayanan RSUD yang lamban mereka pun membayar sesuai tagihan atau permintaan pihak RSUD Bangka Selatan.
“Apakah seperti ini pelayanan rumah sakit kepada kami, apakah menunggu mati pasien baru ditindak, alangkah aibnya pelayanan yang ada disini, disini kita bayar bukan gratis,” katanya kesal.
Selain itu, menurutnya segala prosedur sudah dijalani, namun yang terjadi malah sebaliknya.
“Sebelumnya kita sudah mengikuti prosedur, namun perawatnya malah oper sana oper sini tidak ada penanganan yang baik, mereka itu di gaji negara loh, apakah mereka kurang dengan segala bentuk tunjangan dan gajinya, kalau memang tidak mau mengabdi jangan mau jadi perawat atau dokter disini,” cetus Roni.
Sementara, Direktur RSUD Basel Dr Budi ketika dikonfirmasi Berita Bangka.com diruang kerjanya mengatakan, terkait keluhan bisa langsung ke bagian pelayanan keluhan.
Dr.Budi
“Masyarakat bisa mengeluhkan pelayanan kurang memuaskan ke pihak pelayanan RSUD, nanti akan ada solusi nya,” kata dr. Budi singkat tanpa beban.
Dia menjelaskan untuk prosedur pelayanan perawat maupun dokter yang bertugas sudah memenuhi S.O.P.
“Dokter maupun perawat yang bertugas sudah melakukan S.O.P, dan mungkin pasien itu tidak sabar saja,” tambahnya.
Dia mengakui ketersediaan dokter spesialis dan dokter umum yang bertugas di RSUD sudah cukup namun untuk ketersediaan perawat sangat minim sehingga pelayanan kepada masyarakat agak tersendat.
“Fasilitas atau alat kesehatan sudah lengkap namun untuk tenaga perawat disini (RSUD Basel) kekurangan, dan hal itu sudah kita bahas namun dapur RSUD ada pada Dinas Kesehatan Basel,” tukasnya.








