Akibat Cukai Rokok Resmi Mahal

banner 468x60

BERITABANGKA.COM – Industri rokok nasional sedang mengalami badai guncangan besar. Kenaikan cukai yang terus melambung membuat harga rokok resmi kian sulit dijangkau masyarakat.

Situasi ini memunculkan dua fenomena yakni meningkatnya peredaran rokok ilegal dan naiknya popularitas rokok elektrik atau vape di kalangan perokok muda.

Bagi PT Djarum, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Victor Hartono selaku Chief Operating Officer (COO) Djarum, menyebut bahwa perusahaan memang sudah lama membaca tanda-tanda perubahan perilaku konsumen.

Menurutnya, pertumbuhan pengguna rokok elektrik saat ini mencapai lebih dari 30 persen, dan tren ini bisa menjadi pintu masuk bagi cara baru perusahaan.

“Kami tidak ingin terburu-buru hanya ikut tren. Djarum punya prinsip untuk menghadirkan produk yang kualitasnya lebih unggul dari yang ada di pasaran. Jadi kami menunggu momen yang tepat untuk meluncurkannya,” ujar Victor dalam sebuah diskusi kepemimpinan di Universitas Paramadina, Jakarta, akhir Juli 2025 kemarin.

Victor bahkan mengibaratkan rokok elektrik seperti kendaraan listrik.

Popularitasnya kian menanjak, meski pasar utamanya masih dalam tahap perkembangan.

Sementara itu, ia tak menampik bahwa bisnis rokok konvensional berada di ujung masa keemasan.

Djarum sendiri sudah sejak lama mencoba keluar dari ketergantungan pada tembakau dengan merambah berbagai sektor, mulai dari elektronik melalui Polytron hingga perdagangan digital lewat Blibli.

“Sejak dulu kami menyadari bahwa industri rokok bisa saja menjadi sunset industry. Karena itu kami berupaya membuka jalan di sektor-sektor baru,” jelasnya.

Di sisi lain, laporan Bea Cukai menyebutkan bahwa lebih dari separuh peredaran barang ilegal di Indonesia berasal dari rokok tanpa cukai.

Harga yang lebih murah menjadi alasan banyak konsumen beralih, meski risikonya tinggi bagi kesehatan maupun hukum.

Tekanan pajak, perubahan preferensi konsumen, hingga maraknya produk ilegal membuat industri rokok nasional berada dalam persimpangan.

Bagi PT Djarum, tantangan terbesarnya adalah bagaimana tetap relevan sekaligus bertransformasi mengikuti arah pasar yang semakin berpindah ke rokok elektrik. (*)

Admin
Author: Admin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60