Jelang Iduladha 1447 H, Pemkab Bangka Selatan Perkuat Koordinasi Pengendalian Inflasi

banner 468x60

BANGKA SELATAN, beritabangka.com — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangka Selatan di Ruang Rapat Gunung Namak Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (20/5/2026).

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergitas dan koordinasi antaranggota TPID menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, sekaligus menjaga kestabilan inflasi di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, hingga perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hadir di antaranya Wakil Bupati Bangka Selatan, Kapolres Bangka Selatan, Kajari Bangka Selatan, Dandim 0432 Bangka Selatan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta sejumlah kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

Selain itu, rapat juga melibatkan perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan pengendalian inflasi, seperti Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, hingga Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Selatan.

Mewakili Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP, kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan Hefi Nuranda, S.T., M.M.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Sekda Hefi menyampaikan bahwa perkembangan harga di Kabupaten Bangka Selatan pada awal tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Pada awal tahun, perkembangan harga di Kabupaten Bangka Selatan mengalami penurunan harga bahan pokok yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan harga sudah cukup tinggi pada akhir tahun 2025 akibat perayaan Natal dan Tahun Baru serta kondisi cuaca yang kurang baik,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Hefi, pada Februari 2026 perkembangan harga kembali mengalami kenaikan akibat adanya sejumlah momentum perayaan yang berlangsung berdekatan, seperti tradisi Ruwahan, Tahun Baru Imlek, dan Bulan Ramadan.

Sekda Hefi menjelaskan, pada Maret 2026 harga kembali mengalami penurunan dan cenderung terus menurun hingga saat ini. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan komoditas serta menurunnya permintaan pasar.

“Meski terlihat positif bagi konsumen karena harga barang menjadi lebih murah, penurunan harga yang berlangsung terlalu lama juga dapat berdampak kurang baik bagi produsen maupun petani karena pendapatan mereka ikut menurun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hefi memaparkan perkembangan inflasi year on year (YoY) Januari hingga April 2026. Ia menyebutkan bahwa pada awal tahun, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Bangka Selatan menunjukkan penurunan, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun Kota Pangkalpinang justru mengalami inflasi.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena perhitungan IPH hanya mencakup sebagian kelompok pengeluaran, khususnya kelompok makanan dan minuman, sedangkan inflasi dihitung lebih luas mencakup 11 kelompok pengeluaran.

Melalui pelaksanaan High Level Meeting TPID ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan pasokan menjelang Hari Raya Iduladha dapat berjalan optimal, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan dengan baik.

Pos terkait

banner 468x60