BERITABANGKA.COM – Isu dugaan pencemaran limbah yang dikaitkan dengan aktivitas PT BAP di Desa Bedengung, Kecamatan Payung, mendapat tanggapan langsung dari anggota DPRD Bangka Selatan, Marcellio. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat, khususnya terkait dugaan pencemaran sungai Kelubi, belum terbukti kebenarannya.
Menurut legislator dari Fraksi Perindo tersebut, PT BAP telah memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan dan memiliki dokumen resmi terkait kajian serta standar teknis pengolahan limbah. Ia menyebut jarak antara lokasi perusahaan dengan aliran sungai yang dimaksud sangat jauh, sehingga kecil kemungkinan adanya aliran limbah yang langsung mencemari sumber air warga.
“Kami hanya meluruskan isu yang berkembang. Ada video beredar bahwa air sungai Kelubi tercemar, namun sejauh ini belum dapat diidentifikasi asal limbahnya. Masyarakat menduga dari pabrik, maka kami turun langsung melakukan pengecekan,” jelas Marcellio kepada InfobangkaID Pikiran Rakyat usai rapat di Gedung Mahligai DPRD Bangka Selatan, Jumat (12/9/2025).
Hasil Klarifikasi Lapangan
Marcellio menuturkan, hasil pemeriksaan dokumen yang dimiliki PT BAP menunjukkan bahwa perusahaan telah menjalankan prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta sistem pengolahan limbah sesuai aturan. Data yang tercatat bahkan memperlihatkan kadar limbah masih di bawah ambang batas wajar.
“Secara dokumen, pengolahan limbah sudah dilaksanakan dengan baik. Ada petunjuk teknis yang mengatur, dan sejauh ini perusahaan melaporkan hasil pengolahan yang sesuai standar,” tambahnya.
Aspirasi Masyarakat
Marcellio juga menegaskan bahwa aduan masyarakat bukan berupa protes keras, melainkan permintaan agar DPRD membantu memastikan kebenaran isu tersebut.
“Masyarakat hanya ingin tahu apakah benar limbah berasal dari PT BAP. Setelah kita cek, pihak perusahaan menegaskan limbah tidak mungkin mengalir ke sungai Kelubi karena jaraknya cukup jauh,” ungkapnya.
Ia sebagai wakil rakyat berkomitmen untuk terus melakukan fungsi pengawasan terkait aktivitas perusahaan yang berpotensi berdampak pada lingkungan.
Marcellio menegaskan, setiap laporan dari warga akan ditindaklanjuti dengan transparan.
“Sejauh ini, kelengkapan dokumen lingkungan PT BAP lengkap. Namun, kami akan terus mengawasi dan berkoordinasi dengan instansi teknis agar tidak ada celah yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” pungkasnya. (*)









