Pemkab Bangka Selatan Perkuat Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melalui Gerakan Cegah Stunting

banner 468x60

TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Penggerakan Cegah Stunting yang digelar di Halaman Kantor Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, yang sekaligus menjadi narasumber utama.

Dalam paparannya, dr. Agus menjelaskan bahwa upaya perbaikan gizi masyarakat merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui perbaikan pola konsumsi, peningkatan perilaku sadar gizi, peningkatan akses pelayanan gizi, serta penguatan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Selatan tercatat sebesar 20,7 persen. Sementara berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, angka tersebut meningkat menjadi 24,6 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang lebih pendek dari usianya, tetapi merupakan masalah pertumbuhan dan perkembangan yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan,” tegas dr. Agus Pranawa.

Ia menjelaskan, anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan perkembangan otak, penurunan kemampuan belajar, rentan terhadap penyakit, hingga berdampak pada produktivitas ketika memasuki usia dewasa.

Karena itu, pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga sebagai lingkungan pertama dalam tumbuh kembang anak.

Pada kesempatan tersebut, dr. Agus mengajak seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan stunting melalui pelayanan kesehatan ibu hamil yang optimal, pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) bergizi, pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin di Posyandu, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan setiap anak memperoleh hak atas gizi yang baik sejak dalam kandungan, saya optimistis kita dapat melahirkan generasi Bangka Selatan yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” ujar dr. Agus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh pihak yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka Selatan.

Mengakhiri sambutannya, dr. Agus berharap kegiatan Penggerakan Cegah Stunting menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi bebas stunting melalui sinergi yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti sekitar 170 peserta yang terdiri atas unsur perangkat daerah, instansi vertikal, jajaran DKPPKB, Laboratorium Kesehatan Daerah, RSUD Junjung Besaoh, RSUD Kriopanting, kepala puskesmas se-Kabupaten Bangka Selatan, pengelola program gizi, bidan koordinator, kader Posyandu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka Selatan, Ketua Dharma Wanita Persatuan, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga target percepatan penurunan stunting dapat tercapai dan mampu mewujudkan generasi Bangka Selatan yang sehat, unggul, produktif, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pos terkait

banner 468x60