TOBOALI, BERITABANGKA.COM – Bulan suci Ramadhan tidak menyurutkan semangat pengabdian Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Angsana di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Sebaliknya, kesempatan ini justru menjadi ajang memperkuat distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan penerima manfaat.
Langkah ini diambil untuk memastikan target pemenuhan gizi masyarakat di wilayah Bangka Selatan tidak terputus, meski aktivitas masyarakat sedang berfokus pada ibadah puasa.
Fokus pada Kelompok Rentan: Ibu dan Balita
Program MBG kali ini secara spesifik menyasar kelompok “3B”, yaitu Ibu Melahirkan, Ibu Menyusui, dan Balita. Ketiga kelompok ini dianggap sebagai pilar utama dalam mencetak generasi masa depan yang sehat dan bebas dari ancaman stunting.
Kepala SPPG Angsana, Julistin, menegaskan bahwa distribusi di bulan puasa tetap berjalan normal di berbagai titik strategis. Hal ini dilakukan agar para penerima manfaat dapat merasakan dampak kesehatan dari program ini secara utuh dan berkelanjutan.
“Distribusi pada bulan puasa tidak hilang. Kami tetap bekerja penuh agar target penerima manfaat benar-benar merasakan manfaatnya tanpa jeda,” ujar Julistin kepada media, Senin (2/3/2026).
Kualitas Gizi Tanpa Kompromi
Salah satu kekhawatiran masyarakat saat bulan Ramadhan adalah penyesuaian menu. Namun, Julistin menjamin bahwa kandungan gizi pada setiap porsi makanan tidak dikurangi sedikit pun, termasuk pada pilihan menu kering yang disediakan dalam paket MBG.
Standar nutrisi yang ketat tetap diberlakukan mulai dari proses pengolahan di dapur hingga sampai ke tangan masyarakat. Hal ini membuktikan komitmen SPPG Angsana dalam menjaga mutu layanan di segala kondisi.
Mewujudkan Instruksi Presiden Menuju Indonesia Emas 2045
Program yang dijalankan oleh Dapur SPPG Angsana ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. Inisiatif ini merupakan perpanjangan tangan dari instruksi langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Dengan memastikan asupan gizi yang cukup sejak dini, pemerintah optimis generasi masa depan Indonesia akan memiliki daya saing tinggi dan kesehatan yang prima.
“Apa yang kami kerjakan di Toboali ini adalah realisasi nyata untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Kami ingin memastikan setiap instruksi Bapak Presiden dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah,” pungkas Julistin. (*)















