“Silakan Beritakan Ramai-ramai!” – Terduga Bandar Sabu di Labuhanbatu Tantang Nyali Jurnalis

banner 468x60

LABUHANBATU, BERITA BANGKA – Dunia jurnalistik di Kabupaten Labuhanbatu mendadak riuh. Bukannya bersembunyi dari kejaran hukum, seorang pria berinisial DN yang diduga kuat sebagai pengendali peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Bilah Hilir, justru melontarkan tantangan terbuka kepada para kuli tinta.

Peristiwa ini mencuat setelah R, seorang jurnalis media online lokal, mencoba melakukan konfirmasi terkait keresahan warga atas maraknya peredaran barang haram di Desa Sei Tampang.

Alih-alih mendapatkan klarifikasi santun, R justru menerima jawaban bernada sombong yang meremehkan kekuatan pemberitaan media.

Tantangan Terbuka: “Sudah Capek Diberitakan”

Dalam sebuah percakapan telepon yang terjadi di Negeri Lama, Senin (2/3/2026), DN seolah menunjukkan bahwa dirinya “kebal” terhadap sorotan publik. Ia mempersilakan namanya dipublikasikan secara luas tanpa rasa takut sedikit pun.

“Silakan beritakan ramai-ramai. Suruh semua wartawan beritakan saya. Tidak berpengaruh. Sudah capek saya diberitakan, tidak pernah direspons,” ujar R menirukan pernyataan lantang DN.

Bacaan Lainnya

Sikap menantang ini dinilai sebagai bentuk arogansi yang mencederai upaya pemberantasan narkoba di wilayah Labuhanbatu.

DN seolah mengirim pesan bahwa pemberitaan media selama ini tidak memberikan dampak hukum baginya.

Jangkauan Peredaran yang Meresahkan Warga

Berdasarkan penelusuran di lapangan dan informasi dari berbagai sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, gurita peredaran sabu ini diduga tidak hanya berhenti di Bilah Hilir.

Praktik haram ini dikabarkan telah merambah hingga ke beberapa wilayah strategis lainnya, seperti:

* Kecamatan Panai Hulu

* Kecamatan Panai Tengah

* Sejumlah titik di Kecamatan Bilah Hilir

Warga berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas agar keresahan masyarakat tidak semakin meluas, terutama mengingat dampak buruk narkoba bagi generasi muda di desa-desa tersebut.

Menanti Respons Tegas Aparat Kepolisian

Demi menjaga prinsip keberimbangan berita (cover both sides), awak media telah mencoba menghubungi DN kembali untuk mendapatkan pernyataan resmi.

Namun, hingga laporan ini diterbitkan, nomor telepon yang bersangkutan belum memberikan respons tambahan.

Di sisi lain, upaya konfirmasi juga dilakukan kepada pihak Kepolisian. Kapolsek Bilah Hilir, AKP Armen Faisal, telah dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp terkait informasi maraknya peredaran sabu di wilayah hukumnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan yang diberikan oleh pihak kepolisian.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Masyarakat menanti, apakah tantangan DN akan berakhir di balik jeruji besi, atau justru arogansinya menjadi bukti lemahnya pengawasan di wilayah tersebut.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan narasumber dan upaya konfirmasi lapangan. Seluruh pihak yang disebutkan dalam berita ini memiliki hak jawab sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999. Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan hukum tetap. (*)

Pos terkait

banner 468x60