Waspada Hanta Virus, Pemkab Basel Perketat Deteksi Dini di Fasilitas Kesehatan

banner 468x60

Bangka Selatan, beritabangka.com – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hanta Virus menyusul adanya temuan kasus pada kapal pesiar MV Hondius.

Langkah antisipasi dilakukan guna mencegah masuk dan menyebarnya virus tersebut di wilayah Bangka Selatan. Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB), pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, untuk memperkuat deteksi dini terhadap gejala yang mengarah pada infeksi Hanta Virus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Basel, Slamet Wahidin, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi kemungkinan penyebaran penyakit menular.

“Hanta Virus memiliki gejala yang menyerupai gangguan saluran pernapasan bagian atas. Penderitanya umumnya mengalami demam, sakit kepala, tubuh lemas, sesak napas, batuk hingga kondisi tubuh tampak menguning,” kata Slamet Wahidin di Toboali, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, tenaga kesehatan juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap pasien dengan keluhan serupa agar penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila ditemukan indikasi infeksi virus tersebut.

Menurut Slamet, penularan Hanta Virus umumnya terjadi dari tikus ke manusia. Virus dapat menyebar melalui gigitan tikus, air liur, urine maupun kotoran tikus yang mencemari bahan pangan mentah ataupun makanan yang telah diolah.

“Karena itu masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area rumah dan tempat penyimpanan makanan, guna mencegah berkembangnya populasi tikus sebagai hewan pembawa virus,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan secara rutin, menutup makanan dengan baik serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.

Slamet menambahkan, Hanta Virus diketahui memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi apabila tidak ditangani dengan cepat.

“Oleh sebab itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus tersebut. Namun hingga saat ini belum ditemukan kasus Hanta Virus di wilayah Bangka Selatan,” jelasnya.

Ia memastikan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit tersebut.

“Pemkab Basel berharap masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Dengan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat, penyebaran Hanta Virus diharapkan dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

banner 468x60