Pangkalpinang, beritabangka.com – Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Rapat Tanjungpendam, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Air Itam, Pangkalpinang, Kamis (7/5/2026).
Rakor yang dipimpin Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani tersebut membahas tindak lanjut hasil kunjungan kerja Komisi II DPR RI terkait reformasi agraria, tata ruang, dan wilayah pertambangan.
Usai rakor, Bupati Riza mengatakan forum tersebut menjadi langkah strategis dalam menyatukan aspirasi pemerintah daerah terkait penataan ruang dan penetapan wilayah IUP timah terbaru yang masih menyisakan persoalan tumpang tindih pemanfaatan lahan.
“Hari ini bersama Bupati/Wali Kota se-Babel mengikuti rapat koordinasi berkaitan dengan reformasi agraria, tata ruang, dan wilayah pertambangan. Tujuannya mencari solusi terbaik bagi masyarakat menyikapi penetapan wilayah IUP timah terbaru,” ujarnya.
Menurutnya, masih ditemukan overlapping antara wilayah pertambangan dengan sektor lain, termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial. Bahkan tercatat sekitar 5.900 hektar wilayah mengalami tumpang tindih yang perlu segera mendapat perhatian bersama.
“Masih banyak ditemukan overlapping dengan sektor lainnya, termasuk keberadaan fasum dan fasos. Tercatat sekitar 5.900 hektar overlap. Selanjutnya, sesuai kesepakatan, bersama-sama kita akan memperjuangkan aspirasi ini ke pusat,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepakat membawa data yang lebih aktual dan komprehensif untuk memperkuat usulan ke pemerintah pusat.
Di akhir keterangannya, Bupati Riza menegaskan pentingnya penguatan kebijakan satu peta yang berpihak pada kepentingan ekonomi dan sosial masyarakat agar pembangunan berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)








