Bangka Selatan, beritabangka.com – Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi meninjau langsung kegiatan pelayanan pembuatan paspor dari Kantor Imigrasi Pangkalpinang di Mal Pelayanan Publik (MPP) Bangka Selatan, Kamis (26/2/2026).
Turut hadir Kepala Kantor Imigrasi Pangkalpinang, Ahmad Khumaidi beserta jajaran, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangka Selatan, serta Kepala Diskominfo Bangka Selatan, Yuri Siswanto. Kehadiran layanan tersebut juga disambut antusias oleh masyarakat yang ingin membuat paspor.
Kegiatan pelayanan paspor ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui DPMPTSP dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang. Layanan tersebut mulai dilaksanakan pada Kamis (26/2/2026) dan direncanakan hadir dua kali dalam sebulan dengan kuota sekitar 40 hingga 50 pemohon setiap kali pelayanan.
Adapun layanan yang tersedia meliputi pembuatan Paspor Republik Indonesia baru elektronik serta penggantian paspor elektronik. Untuk pembuatan paspor baru, masyarakat diwajibkan membawa E-KTP, Kartu Keluarga, serta akta lahir, buku nikah, atau ijazah. Sedangkan untuk penggantian paspor, pemohon cukup membawa E-KTP dan paspor lama.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Debby menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang mudah dan cepat bagi masyarakat Bangka Selatan.
“Hari ini kami pemerintah daerah memastikan bahwa di MPP ada satu pelayanan, yakni pelayanan pembuatan paspor untuk seluruh masyarakat Bangka Selatan. Ini salah satu bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang mudah dan cepat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Pangkalpinang yang hadir langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat Bangka Selatan.
“Tentu kami, pemerintah daerah, bupati dan wakil bupati, mengapresiasi yang luar biasa kepada Kantor Imigrasi Bangka Belitung, terkhusus Kepala Kantor Imigrasi Pangkalpinang beserta jajaran yang hadir langsung di Bangka Selatan dan on time memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kami untuk pembuatan paspor,” imbuhnya.
Wabup Debby menuturkan, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Hingga pukul 10.00 WIB, lokasi pelayanan telah dipadati masyarakat yang ingin mengurus paspor.
“Alhamdulillah saya lihat antusias sekali. Di jam 10.00 ini sudah ramai sekali. Dengan kuota 40 per hari dan tambahan 10 untuk yang di lapangan, jadi total 50 per hari, semuanya dimanfaatkan dengan baik. Mudah-mudahan dengan adanya pelayanan pembuatan paspor di sini sangat membantu masyarakat kita,” katanya.
Lebih lanjut, Debby mengungkapkan bahwa pelayanan paspor akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan dan meminta Dinas PTSP untuk terus melakukan sosialisasi agar layanan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Pelayanan paspor ini nantinya akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Setelah hari ini, Insyaallah berikutnya pada 11 Maret. Jadi Dinas PTSP perlu kita sosialisasikan kembali. Jangan sampai pelayanan pembuatan paspor di MPP ini tidak dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Momen ini harus diambil, karena jarak Bangka Selatan ke Pangkalpinang cukup jauh, sehingga pelayanan ini merupakan kemudahan yang luar biasa,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Dokumen Perjalanan Kantor Imigrasi Pangkalpinang, Dheka Triandy menjelaskan bahwa layanan tersebut merupakan inovasi dari Kantor Imigrasi Pangkalpinang yang diberi nama Easy Paspor.
“Pada dasarnya pelayanan yang kami hadirkan ini merupakan inovasi dari Kantor Imigrasi Pangkalpinang yang dinamakan Easy Paspor, yaitu layanan pembuatan paspor dengan sistem jemput bola kepada masyarakat yang jaraknya cukup jauh,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk wilayah Kabupaten Bangka Selatan, khususnya di Toboali hingga daerah yang cukup jauh seperti Pulau Lepar, layanan ini dinilai sangat membantu masyarakat.
“Kami berharap program ini bisa menjadi program permanen, namun ke depannya akan kita lihat kembali bagaimana bentuk PKS bersama pihak Dinas PTSP,” ujarnya.
Dheka juga menyebutkan bahwa masyarakat Bangka Selatan menjadi salah satu yang paling antusias dibandingkan daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang pernah mendapatkan layanan serupa.
“Memang dari beberapa daerah yang pernah kami layani di hampir seluruh wilayah Provinsi Bangka Belitung, Bangka Selatan yang paling antusias. Hari ini kalau dilihat dari permohonannya, rata-rata untuk keperluan umroh dan wisata,” pungkasnya. (*)








